Menanti Iuran BPJS Kesehatan yang Diisukan Bakal Naik

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 10:21 WIB
Mahkamah Agung (MA) mengabulkan judicial review Peraturan Presiden (Perpres) tentang Jaminan Kesehatan. Hasilnya, kenaikan iuran BPJS dibatalkan.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Iuran BPJS Kesehatan kemungkinan bakal naik antara 2021-2022 mendatang. Kebutuhan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan muncul karena saat ini pemerintah tengah merancang ulang jaminan kesehatan nasional (JKN) berbasis kebutuhan dasar kesehatan (KDK).

Nantinya, kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta mandiri yang ada akan digabung menjadi satu kelas standar saja.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan program itu akan mempengaruhi besaran Iuran BPJS Kesehatan. Menurut Terawan kelas standar ini sekaligus kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan berlaku pada 2022 mendatang. Saat ini masih dilakukan proses finalisasi draft kebijakan yang direncanakan akan selesai Desember 2020.

Sebelum diberlakukan pada 2022, kebijakan tersebut akan dilakukan uji publik pada 2021. Sayangnya, Terawan tidak merinci berapa besar kenaikan Iuran BPJS Kesehatan tersebut akan diberlakukan nanti.

"Kelas standar akan berkonsekuensi pada perubahan besar iuran ke dalam program JKN. Penyusunan iuran JKN dalam rangka penyesuaian iuran dikoordinir dengan DJSN dengan mempertimbangkan masukan dari Kemenkeu, Kemenkes dan BPJS Kesehatan," kata Terawan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020).

Dasar penentuan manfaat nantinya ditentukan berdasarkan pola epidemiologi atau penyakit yang ada di wilayah Indonesia. Serta siklus hidup, pelayanan kesehatan yang diperlukan sesuai kelompok usia, atau jenis kelamin. Dengan prinsip ini, berdasarkan kajian pemerintah, korban kekerasan hingga narkotika bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan.

"Merupakan pelayanan yang sudah diatur secara regulasi pembiayaannya dijamin oleh pemerintah. Antara lain pelayanan pada KLB wabah, bencana alam dan non alam, pelayanan pada kasus hukum seperti penganiayaan, korban kekerasan, dan narkotika," jelas Terawan.

Apa dasar perhitungan yang menyebabkan Iuran BPJS Kesehatan bisa naik? buka halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3