Berawal dari Negeri Paman Sam, Apa Itu Black Friday?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 16:01 WIB
Ajang Black Friday jadi Harapan Pedagang di Masa Pandemi Corona
Foto: DW (News)
Jakarta -

Usai melakukan perayaan hari Thanksgiving di Amerika Serikat, biasanya masyarakat langsung terjun ke dalam euforia pesta belanja dalam satu hari yang disebut sebagai Black Friday. Di hari itu banyak toko-toko di negeri Paman Sam, baik yang online maupun offline melakukan promo besar-besaran.

Lalu sebetulnya apa sih Black Friday itu?

Dilansir detikcom dari Telegraph, Jumat (27/11/2020) Black Friday adalah hari belanja besar-besaran yang dilakukan masyarakat usai merayakan hari Thanksgiving. Biasanya, Black Friday terjadi pada sehari setelah perayaan Thanksgiving.

Untuk tahun ini, perayaan hari Thanksgiving sendiri dimulai tepat hari ini, 27 November 2020. Dengan begitu, kemungkinan puncal Black Friday akan terjadi besok, atau 28 November 2020.

Awalnya, usai merayakan Thanksgiving, masyarakat Amerika Serikat akan berbondong-bondong untuk berbelanja untuk keperluan natal.

Namun kini, pada hari Black Friday, banyak toko-toko yang memberikan penawaran diskon terbaiknya untuk memanfaatkan situasi dan mendorong masyarakat membelanjakan produk-produknya

Beberapa peritel besar pun, termasuk Amazon, Currys PC World, John Lewis dan Argos dilaporkan telah meluncurkan berbagai penawaran diskon yang menarik.

Meski awalnya Black Friday muncul di AS, namun perayaan hari belanja besar-besaran ini juga mulai dilakukan berbagai negara di dunia.

Namun, nampaknya situasi pandemi membuat hari Black Friday yang dilakukan tahun ini tak akan semeriah biasanya. Pandemi COVID-19 yang masih membayangi dunia dan banyak konsumen masih memicu kewaspadaan berlebih untuk mengunjungi toko.

Dikutip dari SCMP, Kamis (26/11/2020), kondisi Fifth Avenue, New York yang masih menjadi rumah kedua department store paling mewah di dunia dari Saks Fifth Avenue dan Bergdorf Goodman pun masih sepi dan banyak yang tutup.

Bahkan jumlah tokonya telah menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Merek aksesoris Henri Bendel juga telah menutup tokonya yang berusia seabad dan Barneys New York hanya membuka sedikit toko.

(dna/dna)