Terpopuler Sepekan

Kesibukan Edhy Prabowo di AS Sebelum Diciduk KPK

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 28 Nov 2020 12:45 WIB
Edhy Prabowo saat menyapa ABK RI di AS
Foto: Edhy Prabowo saat menyapa ABK RI di AS (Istimewa/instagram Edhy Prabowo)
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo telah menjadi tahanan Komisi Pemberantas Korupsi. Edhy ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap izin ekspor benih lobster.

Edhy ditangkap KPK di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Rabu (25/11) dini hari. Ia baru saja tiba di Tanah Air setelah melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS).

Di AS, Edhy mengunjungi Oceanic Institute of Hawaii Pacific University. Edhy menyambangi kampus untuk menghadiri acara yang merupakan wadah penelitian untuk seluruh jenis udang. Edhy menjelaskan, dalam acara itu juga terdapat berbagai perusahaan yang memiliki great grandparents dari berbagai jenis udang termasuk udang vaname.

"Jadi buyutnya induk udang. Di sini dia bekerjasama dengan swasta karena ini diinisiasi dengan pemerintah Amerika. Jadi dia bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta Amerika, yang kemudian masing-masing perusahaan ini punya mitra lagi ke perusahaan lain. Mungkin ada yang sudah ke Indonesia," kata Edhy saat jadi pembicara dalam acara Jakarta Food Security Summit-5, Kamis (19/11/2020).

Perusahaan-perusahaan swasta produsen bibit udang itu pun diajak Edhy melakukan kerja sama dengan Indonesia. Tujuannya untuk memastikan stok kebutuhan bahan untuk bibit udang yang tengah dikembangkan oleh Indonesia.

"Nah saya ingin memastikan, kita ingin semakin mempertajamkan. Jadi jangan ada ketergantungan. Nanti kita kesulitan, induk ini nanti susah kita dapat. Nah saya akan langsung melakukan MoU. Ini bisa menjadi jaminan kepada para pelaku usaha untuk kepastian bibit udang sendiri," imbuhnya.

Ia juga menyempatkan diri bertemu Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di AS. Hal itu dibagikan dalam akun Instagram resminya @edhy.prabowo.

"Banyak hal yang mereka sampaikan tentang dinamika kerja di luar negeri, termasuk kerinduan terhadap keluarga di Indonesia. Meski mencari nafkah di Negeri Paman Sam, para ABK ini tetaplah nelayan Indonesia. Sehingga kami di KKP akan selalu berkomunikasi dengan pihak KJRI untuk mengetahui kabar teman-teman di sini," bunyi keterangan foto tersebut.

(eds/eds)