RI Bidik Ekspor Produk Ekonomi Kreatif ke Timur Tengah hingga Eropa

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 28 Nov 2020 18:00 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan produk kreatif nasional memiliki potensi ekspor yang tinggi. Kinerja ekspor produk tersebut bisa ditingkatkan di tengah pandemi dengan adanya kerjasama dari berbagai pihak yang terlibat.

Kementerian Perdagangan, dikatakan Agus, akan terus meningkatkan sinergitas dengan instansi dan lembaga terkait salah satunya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mempercepat pemulihan pasar ekspor produk ekonomi kreatif tanah air.

"Diharapkan ekspor dan daya saing produk ekspor Indonesia khususnya produk-produk ekonomi kreatif terus meningkat. Untuk itu diperlukan dukungan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut," kata Agus dalam keterangan resminya yang dikutip detikcom, Sabtu (28/11/2020).

Produk kreatif nasional, dikatakan Agus memiliki potensi besar di pasar dunia. Berdasarkan kinerja ekspor pada periode Januari-Agustus 2020, Agus mengatakan beberapa produk ekonomi seperti fesyen, kriya, dan makanan olahan berpotensi terus tumbuh.

"Produk ini juga memiliki potensi pasar yang cukup beragam mulai dari Eropa, Asia, Amerika, dan Timur Tengah," katanya.

Meski begitu, Agus mengungkapkan masih ada beberapa tantangan bagi produk ekonomi kreatif di tahun 2021. Pertama, Agus bilang industri kreatif menunjukkan ketahanan walaupun ada perubahan gaya konsumsi masyarakat. Kedua, revolusi industri ke-4 dapat dimanfaatkan oleh industri kreatif khususnya tren digital.

Selanjutnya
Halaman
1 2