Mengulas Sejarah Bitcoin dan Siapa Penciptanya

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 29 Nov 2020 13:43 WIB
SALT LAKE CITY, UT - APRIL 26: A pile of Bitcoins are shown here after Software engineer Mike Caldwell minted them in his shop on April 26, 2013 in Sandy, Utah. Bitcoin is an experimental digital currency used over the Internet that is gaining in popularity worldwide. (Photo by George Frey/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Bitcoin sudah sangat familiar di telinga. Namun, mungkin tak banyak yang mengetahui sosok berjuluk Satoshi Nakamoto. Ya, dialah penemu mata uang digital yang kini sudah lumrah digunakan sebagai alat transaksi dan instrumen untuk memperoleh keuntungan layaknya investasi.

Melansir Investopedia, Minggu (29/11/2020), Bitcoin ditemukan oleh Satoshi Nakamoto, sosok misterius pada tahun 2008 dan dirilis sebagai perangkat lunak sumber terbuka pada awal tahun 2009.

Transaksi pertama terjadi antara Nakamoto dan pengguna awal bitcoin pada Januari 2009. Transaksi dunia nyata pertama terjadi pada tahun 2010 ketika penambang bitcoin membeli dua pizza dari Papa John's di Florida seharga 10.000 bitcoin.

Mata uang ini didasarkan pada blockchain yang berisi buku besar publik dari semua transaksi di jaringan bitcoin. Mereka yang berpartisipasi dalam mata uang dapat menambang bitcoin menggunakan perangkat komputer.

Minat awal dalam mata uang digital itu kecil, terutama di antara kriptografer dan mereka yang ingin terlibat dalam transaksi yang tidak dapat dilacak dengan mudah.

Seiring waktu, mata uang tersebut memperoleh eksposur yang lebih luas dari sisi baik dan buruknya. Lebih banyak pengecer membuka untuk menggunakan bitcoin pada tahun 2012 dan 2013. Namun, otoritas federal menutup situs Silk Road, yang menggunakan bitcoin untuk transaksi pasar gelap, pada Oktober 2013.

Mt. Gox juga terjun di bursa bitcoin pada 2014. Awalnya dimulai sebagai situs untuk perdagangan kartu permainan, kemudian mereka berkembang menjadi pasar untuk bitcoin. Pada Mei 2013, 150.000 bitcoin diperdagangkan di bursa per hari. Tetapi tuduhan penipuan mengelilingi bursa ketika ditutup pada tahun 2014. Bursa tersebut kehilangan sekitar 850.000 bitcoin, meskipun beberapa di antaranya telah ditemukan.

Bitcoin sekarang diperdagangkan di sejumlah bursa independen non-terpusat, seperti Coinbase. Mata uang tersebut juga dapat dibeli dan dijual melalui pialang-pialang. Mungkin ada perbedaan harga di antara bursa yang berbeda, yang dapat mengarah pada peluang arbitrase di bursa yang berbeda. Kurangnya pertukaran cryptocurrency terpusat membuat sulit untuk memastikan harga yang seragam.

(toy/zlf)