Lahan Pertanian Ditambah 250 Ribu Ha, Lokasinya hingga Bukit

Annisa Indraini - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 15:00 WIB
lahan pertanian organik di bondowoso
Ilustrasi/Foto: Chuk S. Widarsha
Jakarta -

Luas lahan pertanian akan ditambah untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan masalah lainnya yang kemungkinan terjadi tahun depan. Luas lahan pertanian rencananya ditambah seluas 250.000 hektare (Ha).

"Di 2021 saya akan mempersiapkan lahan tambahan 250.000 hektare (Ha) untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan cuaca dan lain-lain. Saat ini saya membuat percontohan di dataran tinggi, dataran rendah, bahkan di bukit-bukit yang ada," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam webinar bertajuk 'Kedaulatan Pangan dan Energi', Senin (30/11/2020).

Selain digunakan untuk tanam padi, lahan tersebut akan digunakan untuk diversifikasi pangan lokal seperti ubi kayu 35.000 Ha, jagung konsumsi 50.000 Ha, sagu 1.000 Ha, pisang 1.300 Ha, kentang 650 Ha, dan sorgum 5.000 Ha.

Syahrul juga ingin mendorong pengembangan pertanian modern, seperti smart farming. Juga pemanfaatan green house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam.

"Pengembangan food estate, mengkorporasikan pertanian pada sektor-sektor mulai dari hulu sampai hilir akan kami intervensi di 2021," imbuhnya.

Syahrul juga memastikan stok beras aman. Menurutnya hingga akhir 2020 stok berlebih (overstock) hingga 7 juta ton.

"2020 kami aman. Makanan rakyat InsyaAllah dalam kondisi apapun saya sudah siapkan ini. Saya kemungkinan overstock sampai di atas 7 ton, 8, 9 ton untuk 2020," sebutnya.

Diakuinya, penanaman padi untuk tahun depan sudah mulai dilakukan. Syahrul mengatakan hingga Juni 2021 akan ada stok 10 juta ton beras.

"Sekarang saya sudah mulai start dengan 2021, sudah mulai kerja untuk 8 juta Ha lebih dan sampai Juni ada sekitar 18 juta ton, karena itu nanti stok akhir Juni masih ada sekitar 9-10 juta ton beras dan kemudian kita akan masuk di MT (musim tanam) II dari Juni sampai Desember dan seterusnya," tandasnya.

(hns/hns)