3 Bioskop di Sleman Beroperasi Terbatas, Ini Lokasinya

Jauh Hari Wawan - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 15:33 WIB
Bioskop buka (Vadhia Lidyana-detikcom)
Foto: Ilustrasi bioskop buka (Vadhia Lidyana-detikcom)
Sleman -

Tiga bioskop di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, telah diizinkan beroperasi. Juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan rekomendasi turun setelah pihak bioskop mengurus izin ke Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman.

"Ya (sudah mengurus izin rekomendasi ke Satgas COVID-19 Kabupaten Sleman)," kata Shavitri melalui pesan singkat, Senin (30/11/2020).

Adapun di Kabupaten Sleman, terdapat lima bioskop. Lokasinya tersebar. Satu bioskop terletak di Kapanewon Sleman, 1 bioskop berada di Kapanewon Mlati, dan 3 lainnya terletak di Kapanewon Depok.

Perempuan yang karib disapa Evie itu menjelaskan usai dilakukan verifikasi, izin rekomendasi kemudian diberikan. Namun, operasional bioskop dilakukan secara terbatas.

"Surat rekomendasi sudah diberikan. Sudah diizinkan untuk operasional terbatas. Tiga bioskop itu terletak di Kapanewon Sleman, Kapanewon Mlati, dan satu di Kapanewon Depok," sebutnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo memastikan tiga bioskop yang sudah mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman telah menjalani assement dari dinas.

"Kami dari dinas juga melakukan assesment untuk protokol kesehatannya. Seperti (bangku) yang dibuat berjarak, ketersediaan hand sanitizer, dan lain-lain,"kata Joko melalui pesan singkat hari ini.

"Kami juga meminta agar ada jeda 30 menit setiap sesi untuk dilakukan pembersihan menyeluruh (di area bioskop)," sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengaku ada kekhawatiran dengan dibukanya bioskop bisa jadi menambah kasus COVID-19. Akan tetapi, jika semua menerapkan protokol kesehatan maka potensi penularan bisa diminimalisir.

"Kalau khawatir ya ada kekhawatiran (COVID-19 meningkat) seperti liburan kemarin. Pas liburan tidak ada masalah, tetapi setelah 7 sampai 10 hari abru kelihatan ada peningkatan. Mungkin nanti kalau sudah ada vaksin jadi agak meringankan," pungkasnya.

(hns/hns)