Luhut: Jakarta Cukup Berhasil Mengatasi COVID-19

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 17:02 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membanggakan Jakarta di sebuah webinar Internasional. Katanya, Jakarta cukup sukses dalam penanganan pandemi COVID-19 berkat fasilitas isolasi terpusat yang memadai.

"Jakarta cukup berhasil mengatasi hal ini karena fasilitas isolasi dinilai cukup baik," ujar Luhut dalam webinar internasional bertajuk 'Indonesia Omnibus Law for a Better Business, Better World, Senin (30/11/2020).

Meski begitu, Luhut mengakui bahwa Jakarta tetap menjadi salah satu provinsi yang paling banyak menyumbang jumlah kasus COVID-19 di Indonesia.

"Kalau lihat datanya di sini Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat ini menurut saya daerahnya banyak berkontribusi pada COVID-19," sambung Luhut.

Berdasarkan data yang dipaparkan Luhut dikutipnya dari Kementerian Kesehatan, ada 13 provinsi yang paling banyak menyumbangkan kasus COVID-19 di Indonesia. Adapun 13 provinsi yang dimaksud adalah Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Selatan, Banten dan Papua. Bila dijumlah, ke-13 provinsi itu mampu menyumbang 84% jumlah kasus dari total kasus COVID-19 di Indonesia setiap harinya.

Untuk mengatasi hal tersebut, sambung Luhut, pemerintah RI telah menyiapkan tiga strategi kunci penanggulangan COVID-19.

Pertama, mendorong kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan caranya dengan kampanye besar-besaran dan secara masif. Bila masih ada yang melanggar maka diberlakukan sanksi sesuai yang sudah disepakati pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Tak hanya itu, pemerintah katanya juga rutin mengadakan rapid dan swap test setiap harinya.

"Ini tidak mudah, tapi saat ini saya rasa sudah cukup oke dalam hal ini," sambungnya.

Kedua, terkait penyediaan fasilitas isolasi terpusat demi mencegah penumpukan orang di rumah sakit dan lain sebagainya. Setiap kota dengan kasus COVID-19 diwajibkan memiliki fasilitas isolasi terpusat tersebut.

Terakhir, standardisasi manajemen klinis dalam terapi kesembuhan pasien COVID- 19. Maksudnya, menstandarisasi pedoman pengobatan hasil rekomendasi Kementerian Kesehatan, para profesional dari organisasi kesehatan, dan rumah sakit BUMN.

"Standarisasi ini menurut saya cukup penting," tambahnya.

Ketiga strategis kunci penangan COVID-19 tersebut, sambung Luhut secara khusus difokuskan di 8 provinsi dengan kasus terbanyak seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Bali. Lalu, tambahannya ada Riau dan Aceh.

"3 strategi kunci untuk penanggulangan COVID-19 itu fokus untuk 8 provinsi, Jakarta, Jawa Barat, dan lain-lain. Selain itu kami menambahkan Riau dan Aceh," imbuhnya.

(eds/eds)