Cuti Bersama Dipangkas atau Nggak, Bisnis Travel Tetap Loyo

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 17:18 WIB
Kalender tahunan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) tak menghiraukan pemerintah akan memotong libur panjang alias cuti bersama akhir tahun atau tidak. Sebab, pada kenyataannya saat ini performa bisnis agen perjalanan wisata tidak cukup bagus.

Wakil Ketua Asita Budijanto Ardijansjah mengatakan sekalipun masyarakat liburan, tak banyak yang menggunakan jasa agen perjalanan wisata.

"Saya sudah katakan sebenarnya sudah nggak penting ya membahas libur mau dipotong atau nggak dan sebagainya, karena sekarang memang kegiatan liburan juga tidak banyak," kata dia saat dihubungi detikcom, Senin (30/11/2020).

Dia menuturkan bahwa masyarakat rata-rata melakukan liburan dengan jarak pendek alias dekat dan cenderung menggunakan jalan darat dan kendaraan pribadi. Oleh karena itu jasa biro perjalanan tak banyak digunakan masyarakat.

"Kebetulan kan kebanyakan masih pada road trip (perjalanan darat). Jadi, nggak terlalu ngefek buat kita," sebutnya.

Meski demikian sebenarnya pihaknya berharap cuti bersama akhir tahun dapat membuat masyarakat memanfaatkan biro perjalanan wisata untuk berlibur.

"Ya memang sebenarnya kita juga sudah melakukan promosi-promosi ya, artinya masyarakat melakukan perjalanan ke rute yang agak jauh dengan menggunakan transportasi yang umum ya, seperti pesawat udara, kereta api, dan sebagainya sehingga biro perjalanan wisata dan sektor-sektor pariwisata lainnya itu bisa mendapatkan manfaat," tambahnya.

(toy/ara)