Mentan Sebut Sektor Pertanian Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 22:40 WIB
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menilai generasi muda menjadi harapan bangsa di tengah menghadapi situasi ketidakpastian akibat pandemi.
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks). Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi serta menumbuhkan lalu lintas ekspor.

Dalam Webinar bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan terbukti mampu bertahan dari krisis ekonomi yang melambat akibat pandemi COVID-19.

Ia juga mengatakan sektor pertanian mampu mengangkat ekonomi nasional karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang menjanjikan serta sumber daya manusia yang banyak. Terlebih lagi masih banyak bahan pangan yang belum diolah secara maksimal.

"Sektor pertanian bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar dan kebutuhan primer yang tidak pernah putus. Ini menjadi faktor penting tumbuhnya pertanian di tengah krisis apa pun," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Ia menyebutkan pertumbuhan sektor pertanian dibuktikan dari kontribusinya dalam Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS), pertumbuhan di sektor pertanian pada kuartal II mencapai 16,24%. Meski sedikit teradi pergeseran, tetapi pada kuartal III sektor pertanian masih mencatatkan kenaikan 2,15%.

Sementara itu, nilai ekspor pertanian periode Januari-September 2020 tercatat mengalami kenaikan 10,12%, dari Rp 276,59 triliun menjadi Rp 304,57 triliun. Nilai tersebut diketahui merupakan yang tertinggi selama tujuh tahun terakhir. Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) dan Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami kenaikan masing-masing 0,66% dan 0,58% pada Oktober 2020.

Oleh karena itu, Syahrul menilai dalam melakukan terobosan inovasi pertumbuhan pertanian dibutuhkan intervensi digitalisasi dan modernisasi dengan menerapkan sains dan riset teknologi. Terlebih, saat ini Kementan sudah memiliki Agriculture War Room (AWR) yang menjadi pusat data produksi pertanian.

"Kualitas intervensi teknologi menjadi penting. Makannya ke depan kita akan terus berusaha dalam melakukan percepatan-percepatan dan insyaallah di tahun 2021 semua pertanian sudah bisa dilakukan dengan teknologi modern," katanya.

Direktur Eksekutif Indef Ahmad Tauhid menyampaikan sektor pertanian merupakan sektor yang tumbuh positif selama tiga kuartal berturut-turut. Meski begitu, ia menilai tahun depan tantangan pertanian akan semakin kompleks.

"Saya kira di tahun depan ada situasi berbeda dari tahun ini dan kami berharap Pak Menteri memiliki pandangan dan beberapa catatan untuk bisa semakin menguatkan sektor pertanian ke depan," tutupnya.

(mul/ega)