Trump Sebut Wall Street Bakal Anjlok karena Biden, Ini Pergerakannya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 08:40 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beberapa kali melontarkan prediksi gamblang bahwa bursa AS atau Wall Street akan anjlok jika Joe Biden terpilih menjadi Presiden AS di Pilpres 2020. Nyatanya, saham-saham Negeri Paman Sam justru menguat.

Pernyataan Trump itu ia sampaikan melalui cuitannya di Twitter. Di antara bulan Agustus sampai Oktober, ada 6 cuitan Trump yang menyebut kemenangan Biden akan menyeret Wall Street.

"Dow Jones Industrial baru saja ditutup di atas 29.000! Anda sangat beruntung memiliki saya sebagai Presiden Anda. Dengan Joe Biden Wall Street akan runtuh," tulis Trump pada 2 September seperti dilansir CNN, Selasa (12/1/2020).

Sebaliknya, DJIA baru saja mengalami bulan terbaiknya sejak 1987 dengan lonjakan hampir 12%. S&P 500 mencatatkan pekan terbaiknya sejak 1932. Kemudian, Nasdaq menikmati kinerja terbaiknya sejak April.

Lalu, ketika Pfizer dan Moderna mengumumkan vaksin virus Corona (COVID-19) mereka sudah menghasilkan efektivitas hingga 90%, pasar semakin merekah lagi.

"Terkait Biden yang buruk bagi pasar, kita sudah bisa melihat kebalikannya," kata Direktur Riset di Hedgeye Risk Management Daryl Jones.

Di sisi lain, kebijakan pemotongan pajak dan deregulasi Trump memang membantu meningkatkan kinerja pasar AS. Namun, perang dagangnya dengan China, dan kegemarannya mengenakan tarif impor jelas berdampak negatif untuk saham.

Selanjutnya
Halaman
1 2