Duh! 2 Ritel Ini Mau Tutup dan Bangkrut, 25.000 Pekerja Terancam PHK

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 02 Des 2020 10:08 WIB
Industri ritel terpantau tengah mengalami kelesuan. Terbaru, adalah Matahari yang menggelar diskon besar-besaran jelang penutupan gerai di Blok M dan Pasaraya.
Ilustrasi Ritel Tutup
Jakarta -

Ritel terbesar di Inggris, Debenhams berencana menutup permanen tokonya di Inggris. Selain itu, ritel Topshop Arcadia juga dikabarkan telah menyatakan bangkrut. Kegagalan dua bisnis ritel ini mengakibatkan 25.000 pekerja Inggris terancam kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pemilik Topshop Arcadia mengatakan telah mengajukan perlindungan kebangkrutan. Sedangkan Debenhams yang telah terpuruk dalam setahun akan menutup 124 outletnya di Inggris. Perusahaan pun akan melakukan cuci gudang semua sisa produknya melalui toko online sebelum akhirnya permanen ditutup.

Selain itu, 45 toko Debenhams, yang sebagian besar berada di Timur Tengah, Asia Tenggara dan Eropa Timur, juga bergantung pada tingkat pembeli dan diharapkan bisa bertahan. Kesepakatan antara ritel olahraga JD Sports Fashion untuk membeli Debenhams juga diketahui gagal.

"Ekonomi saat ini sangat menantang dan, ditambah dengan ketidakpastian yang dihadapi industri ritel Inggris, kesepakatan juga tidak dapat dicapai," kata administratori FRP Advisory, Geoff Rowley, dikutip dari CNN, Rabu (2/12/2020).

Keputusan Debenhams untuk menutup toko di Inggris memberikan pukulan baru bagi industri ritel Inggris. Selain berdampak kepada pekerja, bisnis properti, penyedia toko juga akan mengalami kerugian.

"Penutupan toko merupakan pukulan besar bagi pusat perbelanjaan, yang dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan real estate, terutama yang sudah berada dalam gejolak keuangan," kata Pippa Stephens, seorang analis ritel di GlobalData.

Selanjutnya
Halaman
1 2