Moeldoko Beberkan Strategi Perang Jadi Alasan Prabowo Garap Lumbung Pangan

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 09:41 WIB
Profil Moeldoko
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Sejak gong proyek Food Estate dibunyikan, masyarakat dibuat bertanya-tanya tentang keterlibatan Kementerian Pertahanan dalam urusan lumbung pangan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun kembali buka suara untuk menjawab pertanyaan itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membagi tugas untuk program kemandirian pangan jangka panjang ini. Ada Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR.

Nah yang menarik perhatian adalah Jokowi juga mengikutsertakan Kementerian Pertahanan dalam menggarap proyek ini. Kementerian yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu mendapatkan jatah untuk menggarap tanaman singkong.

Moeldoko menjelaskan, strategi perang menjadi alasan Prabowo diikutsertakan dalam proyek ini. Menurutnya pangan merupakan bagian dari pertahanan sebuah wilayah.

"Bagaimana sebuah wilayah, pulau-pulau besar itu mampu mandiri dalam mempertahankan pulau itu, konsepnya seperti itu. Maka kita mengenal namanya kompartemenisasi, jadi masing-masing wilayah, pulau-pulau besar itu mampu menghadapi serangan apabila ada invasi dari luar," terangnya saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/12/2020).

"Kalau kita membuat imajinasi seperti itu maka setiap wilayah harus punya ketahanan di bidang logistiknya," tambahnya.

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, dalam peperangan ada yang namanya pertempuran berlarut. Artinya peperangan dalam jangka panjang. Dalam tahap peperangan itu, ketersediaan pangan menjadi kunci untuk memenangkan perang.

"Perang berlarut itu membutuhkan logistik yang banyak. Sebagai contoh seperti Irak kemarin, begitu dia tidak bisa bertahan, dia mundur saat itu dia melakukan gerilya dan di situlah perang berlarut berjalan. Bertahun-tahun dia harus menghadapi, menjaga momentum peperangan itu," ucapnya.

Dengan alasan itulah Prabowo yang memimpin Kementerian Pertahanan diikutsertakan. Menurutnya Kalimantan ataupun Sumatera sebagai pulau yang besar harus memiliki ketahanan pangan.

"Jadi pulau-pulau itu harus memiliki logistik yang kuat di dalam situasi. Nah itu kalau dikaitkan bagaimana Kementerian Pertahanan dilibatkan dalam konteks itu," tuturnya.

Prabowo sendiri mendapatkan mandat untuk menggarap wilayah lumbung pangan untuk menanam singkong. Lahan untuk menanam tanaman itu bisa mencapai 30 ribu ha.

(das/zlf)