Wawancara Khusus Kepala Staf Kepresidenan

Blak-blakan Strategi Perang dan Peran TNI di Mega Proyek Lumbung Pangan

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 06:52 WIB
Jakarta -

Food Estate merupakan program jangka panjang yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menuju kemandirian pangan. Tak main-main, proyek lumbung pangan ini secara keseluruhan akan digarap di atas lahan seluas 1,4 juta hektare.

Gong dari proyek Food Estate pun sudah dibunyikan. Ada dua wilayah yang menjadi titik awal realisasi proyek ini yakni Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. Di Kalimantan proyek ini dimulai di Kabupaten Pulang Pisau dengan lahan seluas 10 ribu ha dan Kabupaten Kapuas 20 ribu ha.

Sementara di Sumatera proyek ini digarap dengan total luas 60 ha. Dari stok lahan itu, 30.000 ha di antaranya mulai ditanami kentang, bawang putih dan bawang merah. Proyek itu tersebar di tiga wilayah Sumatera Utara yakni di Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam proyek ini Jokowi mengerahkan beberapa kementerian, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR. Nah yang menarik perhatian adalah Jokowi juga mengikutsertakan Kementerian Pertahanan dalam menggarap proyek ini. Kementerian yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu mendapatkan jatah untuk menggarap tanaman singkong.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun membeberkan mengenai keterlibatan Prabowo dalam proyek ini. Dia juga mengungkapkan keterlibatan TNI dalam proyek lumbung pangan ini. Strategi perang juga melebur dalam proyek ini.

Moeldoko juga mengakui bahwa Food Estate merupakan proyek perpanjangan program pangan era Orde Baru. Presiden Soeharto pernah membuat program untuk mencetak 1 juta ha sawah baru, namun saya proyek itu tidak berhasil dijalankan.

Moeldoko yakin di tangan Jokowi program jangka panjang ketahanan pangan nasional ini akan berjalan dengan baik. Berikut wawancara eksklusif detikFinance dengan Moeldoko terkait Food Estate:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3