Sri Mulyani: Banyak yang Anggap Pajak Identik dengan Penjajahan

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 15:44 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut rasio pajak di Indonesia masih rendah. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan pemerintah dalam mengumpulkan pajak belum maksimal.

Sri Mulyani pun menyayangkan hal tersebut. Padahal pajak memberikan peranan yang besar dalam menciptakan iklim investasi di suatu negara.

"Harus diakui di Indonesia tax rasio kita masih termasuk rendah, itu bukan sesuatu yang membanggakan karena itu tidak hanya menggambarkan belum optimalnya kemampuan kita mengumpulkan pajak, juga penerimaan pajak yang rendah menghalangi Indonesia untuk bisa membangun hal-hal yang sangat esensial dan penting bagi peningkatan kesejahteraan rakyat," kata dia dalam Konferensi Nasional Perpajakan melalui virtual, Kamis (3/12/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menilai tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak masih rendah. Sebagian masyarakat dinilai masih menganggap membayar pajak bukan suatu kewajiban.

"Banyak yang masih menganggap pajak bukan kewajiban, beban dari negara yang tidak dihubungkan dengan kehadiran negara itu sendiri. Bahkan masih ada sebagian masyarakat kita yang menganggap pajak itu identik dengan penjajahan," ucap Sri Mulyani.

Untuk itu, dia meminta kepada jajaran Direktorat Jenderal Pajak untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pentingnya membayar pajak. Berbagai cara bisa dilakukan seperti reformasi di bidang organisasi, termasuk melakukan inovasi di bidang kantor pelayanan, hingga reformasi sumber daya manusia.

"Ini adalah salah satu dari tantangan kita. Saya berharap seluruh Direktorat Jenderal Pajak ikut di dalam berkontribusi mengedukasi, mensosialisasi, bahkan menularkan cara berpikir yang kritis namun memiliki tingkat sistematika akademisi yang baik, yang mampu membangun Indonesia dari sisi perpajakan," tandas Sri Mulyani.

(fdl/fdl)