Harga Emas Lagi Turun Terus Nih, Waktunya Beli?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 04 Des 2020 15:10 WIB
Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 702.000/gram. Harga ini terbesar dalam sejarahnya.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Harga emas batangan atau logam mulia Antam mengalami pelemahan. Dari harga cetak rekor di level Rp 1.065.000/gram pada 7 Agustus 2020, sampai hari ini penurunan harganya mencapai Rp 104.000/gram.

Hari ini emas Antam berada di level Rp 961.000/gram. Apakah dengan harga yang terus mengalami penurunan, investasi emas masih menjanjikan?

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan emas tetap menjadi pilihan instrumen investasi. Di akhir tahun 2020 ini waktu yang tepat adalah membeli karena harga sedang turun.

"Kalau dikatakan emas ini masih bagus untuk investasi, ya masih bagus. Kita harus ingat bahwa investasi di emas itu sangat menggiurkan," kata Ibrahim saat dihubungi detikcom, Jumat (4/12/2020).

Namun, Ibrahim menyarankan agar investasi emas itu dilakukan untuk jangka waktu menengah atau panjang. Sebab, bukan tidak mungkin harga emas akan cetak rekor lagi di tahun mendatang.

"Masih layak (investasi emas) karena emas itu safe haven untuk transaksi jangka menengah dan jangka panjang. Orang boleh mengoleksi emas antara 5-10 tahun, bukan investasi yang dadakan 1-2 tahun. Bisa saja penurunan harga emas di 2020, 2021, 2022. Di 2023 sampai 2024, 2025 kemungkinan akan menguat kembali," ucapnya.

Ibrahim tidak menyarankan emas untuk investasi dalam waktu dekat karena harganya masih akan cenderung fluktuasi.

"Kalau seandainya harga emas koreksi ini sangat wajar karena tentang masalah brexit. Kita tahu sampai saat ini belum ada keputusan pasti," jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Analis Emas dari Monex Investindo, Ariston Tjendra. Dia tidak menyarankan jika emas dijadikan investasi jangka pendek karena masih ada sentimen yang mendorong harga emas mengalami pelemahan dalam beberapa waktu mendatang, salah satunya masalah distribusi vaksin yang semakin dekat.

"Jangan mengharapkan return (untung) dalam waktu dekat karena banyak sentimen yang bisa mendorong pelemahan harga emas seperti distribusi vaksin," ucapnya.

(eds/eds)