90 Ribu Kapal Melintas di Selat Malaka, Pulau Rupat Kebagian Apa?

Angga Laraspati - detikFinance
Sabtu, 05 Des 2020 16:35 WIB
PJ Bupati Bengkalis Syahrial Abdi
Foto: Pradita Utama
Pekanbaru -

PJ Bupati Bengkalis Syahrial Abdi mengatakan Pulau Rupat yang berada di wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau memiliki potensi ekonomi yang sangat baik. Ia pun mengatakan Pulau Rupat mampu dijadikan tempat persinggahan kapal maka bukan tidak mungkin Rupat mengambil ceruk pasar Internasional.

"Tapi ini yang belum, mudah-mudahan ke depan kita berharap Rupat menjadi ramai. Kita juga berharap Rupat akan melesat luar biasa," ujar Abdi kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Abdi menuturkan Rupat yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka mempunyai potensi dari aktivitas di selat yang sangat sibuk. Setidaknya ada hampir 90 ribu kapal yang melintas. Abdi melihat hal ini seharusnya bisa memberikan keuntungan untuk memajukan potensi ekonomi Pulau Rupat.

"Idealnya jika kita mampu mengambil peluang untuk sandar dan labuh (kapal) kemudian mengisi logistik kebutuhan air dan lain segala macamnya ini merupakan potensi yang dapat kita ambil untuk ceruk pasar internasional," tutur Abdi.

Selain itu, Abdi melanjutkan Rupat sangat pas untuk dijadikan tempat pariwisata. Di samping itu, Pulau Rupat juga memiliki tanah yang subur sehingga mampu ditanami lahan mulai dari kelapa sawit hingga karet di daerah Rupat Selatan. Sedangkan untuk daerah Rupat Utara akan dijadikan tempat khusus pariwisata.

"Makanya kami harap stakeholder yang bisa bantu kami untuk mendorong, kami Pemerintah Bengkalis siap membantu. Kalau akses ini bisa terbuka tidak hanya pantai, masih ada juga lahan luas yang subur sekali dan bisa ditanami sawit karet dan ini bisa jadi kawasan industri di daerah selatan. Kalau Utaranya kita jadikan pariwisata," ungkap Abdi.

Ia pun mengakui kehadiran bank di Pulau Rupat salah satunya Bank BRI memperlihatkan potensi ekonomi yang menjanjikan di pulau yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka ini. Ia pun yakin, BRI bisa bersinergi dengan Pemkab Bengkalis untuk membangun ekonomi di Pulau Rupat.

"BRI masuk ke Rupat dan kami punya keyakinan ketika BRI masuk ke dalam suatu wilayah, tentunya di sana ada potensi ekonomi yang menjanjikan makanya kami dukung keberadaan BRI. Mudah-mudahan ini nanti juga bisa bersinergi untuk membangun perekonomian masyarakat, memberi akses kemudahan," imbuhnya.

Di sisi lain, Abdi juga mendorong bantuan-bantuan dari pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional, salah satunya dengan keberadaan KUR yang diberikan melalui BRI di Pulau Rupat. Ia pun berharap skema-skema bantuan sosial tersebut dapat membantu UMKM dalam memajukan ekonomi.

"Mudah-mudahan ini juga bisa mendorong atau membantu kami pemerintah kabupaten, karena kami juga punya skema-skema pemulihan ekonomi dalam bentuk bantuan sosial, hibah, bantuan KUR. UMKM tentunya juga akan lebih mudah kalau ini dikelola dan sampai ke masyarakat melalui BRI yang sudah eksis di Rupat," imbuhnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Dumai yang juga membawahi BRI Unit Rupat Muhammad Fendi Maulana mengungkapkan setiap perkembangan, perluasan bisnis BRI atau pertumbuhan baru kantor BRI termasuk dari BRI unit pastinya melewati feasibility study atau studi kelayakan.

Berbagai faktor pun dilihat sebelum memutuskan untuk memperluas bisnis, antara lain potensi eksternalnya baik itu ekonominya, pelaku usahanya maupun potensi dari dalam BRI. Berdirinya BRI unit rupat sendiri menjawab tantangan di Rupat sudah ada pertumbuhan ekonomi yang bisa kita lihat ke depannya akan bergerak maju atau lebih baik lagi.

"Sehingga adanya BRI Rupat di Pulau Rupat mendorong untuk pertumbuhan ekonomi di Rupat. Beberapa pertimbangannya adalah banyaknya penduduk yang melakukan aktivitas ekonomi, terutama kegiatan UMKM, dan beberapa sektor industri yang masuk terutama dari perkebunan dan pertanian juga nelayan dan perikanan," tutur Fendi.

Rupat, lanjutnya, memiliki pertumbuhan ekonomi yang luar biasa menjanjikan, salah satunya dari sektor Pariwisata yang mulai berkembang dan masyarakat yang sudah membuka diri untuk perkembangan, sehingga kehadiran BRI disambut baik.

"Ini terbukti dengan pertumbuhan simpanan dan pinjaman selalu tumbuh sesuai dengan target yang ditetapkan atau growth deltanya selalu positif," pungkas Fendi.

Di ulang tahun BRI ke 125 yang mengangkat tema BRILian, BRI hadir di perbatasan untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan di Pulau Rupat untuk menjadikan potensi ekonomi yang dimilikinya lebih berkembang.

Ikuti terus jelajah Tapal Batas detikcom bersama BRI di tapalbatas.detik.com.

(mul/mpr)