Orang Kaya Argentina Ditarik Pajak Ekstra untuk Bantu Korban Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 07 Des 2020 09:27 WIB
Argentina terus berupaya menekan kasus COVID-19 di negaranya, beberapa persiapan seperti menyediakan fasilitas untuk pasien terus diupayakan bahkan hingga ke lapangan futsal timnasnya.
Foto: AP Photo/Victor R. Caivano
Jakarta -

Argentina mengeluarkan kebijakan pajak baru bagi orang-orang kaya. Orang yang memiliki aset kekayaan sekitar US$ 2,5 juta setara Rp 35 miliar (kurs Rp 14.088) wajib membayar pajak untuk pasokan medis dan bantuan pandemi COVID-19.

Senator Argentina meloloskan kebijakan ini berdasarkan suara terbanyak 42 banding 26 suara pada Jumat (4/12). Menurut catatan negara, ada 12 ribu orang yang akan wajib membayar pajak baru yang dijuluki 'pajak jutawan' ini.

Mengutip dari BBC, Senin (7/12/2020) Argentina telah mencatat hampir 1,5 juta orang telah infeksi COVID-19 dan hampir 40.000 kematian. Argentina menjadi negara kelima yang melaporkan satu juta kasus COVID-19 per Oktober lalu.

Upaya pencegahan penularan telah dilakukan seperti melakukan lockdown. Namun, hal itu telah memperburuk ekonomi Argentina, pengangguran makin bertambah, tingkat kemiskinan melonjak, dan utang negara yang membengkak. Hingga membuat Argentina belum keluar dari resesi sejak 2018.

Pemerintah mengatakan 'pajak jutawan' yang baru disahkan itu akan meningkatkan pajak sekitar 0,8%. Orang kaya argentina akan membayar tarif 3,5% untuk kekayaan Argentina dan 5,25% untuk kekayaan di luar negeri.

Kantor berita AFP melaporkan, uang yang terkumpul, 20% akan digunakan untuk persediaan medis, 20% untuk bantuan untuk usaha kecil dan menengah, 20% untuk beasiswa bagi pelajar, 15% untuk perkembangan sosial, dan 25% sisanya untuk bantuan alam dan gas.

Presiden Alberto Fernandez berharap dapat mengumpulkan 300 miliar peso dari 'pajak jutawan' itu. Tetapi kelompok oposisi khawatir hal itu akan membuat investor asing patah semangat, dan itu tidak akan menjadi pajak satu kali.

(zlf/zlf)