Say No To Uang Tunai! Keluarga Ini Keliling 40 Negara Pakai Bitcoin

ADVERTISEMENT

Say No To Uang Tunai! Keluarga Ini Keliling 40 Negara Pakai Bitcoin

Aulia Damaya - detikFinance
Senin, 07 Des 2020 13:31 WIB
Keluarga Taihuttus berkeliling dunia bermodalkan Bitcoin/CNBC
Foto: Keluarga Taihuttus berkeliling dunia bermodalkan Bitcoin/CNBC
Jakarta -

Keluarga Taihuttus dari Belanda berkeliling dunia menggunakan campervan atau mobil van untuk camping. Uniknya, mereka sejak 2017 berkeliling dunia hanya bermodalkan uang digital bitcoin.

Dikutip dari CNBC, Senin (7/12/2020) selama empat tahun berkeliling, keluarga itu hidup dengan bitcoin. Mereka telah melikuidasi aset mereka, dari akun pensiun, mobil, hingga pakaian dan mainan mereka ke bitcoin pada 2017 silam. Saat itu harga bitcoin senilai US$ 900 per koin.

Selama perjalanan mereka memang bertekad tidak menggunakan layanan keuangan tunai dan lainnya selain bitcoin. Untuk beberapa transaksi yang tidak bisa menggunakan bitcoin, mereka memasang dompet bitcoin di ponsel dan menukar bitcoin dengan uang tunai.

"Kami menunggu sampai kami menemukan seseorang yang mau menerima bitcoin," kata kepala keluarga, Didi Taihuttu.

Adopsi massal cryptocurrency selama beberapa tahun terakhir telah mempermudah keluarga untuk bertransaksi hanya dalam bitcoin selama berkeliling ke 40 negara. Tetapi untuk bertahan, mereka harus menjadi kreatif.

Beberapa transaksi mereka lakukan melalui kombinasi barter, tawar-menawar, kartu debit bitcoin, dan meyakinkan vendor untuk menerima cryptocurrency, keluarga ini telah berhasil melintasi sebagian besar Eropa, Asia, dan Oseania.

Dalam perjalanan mereka ada dua tempat yang sepenuhnya menggunakan bitcoin yakni ibu kota Slovenia Ljubljana dan desa kecil Italia bernama Rovereto. Di Ljubljana, mereka membayar seperti perbaikan mobil dan tiket bioskop dalam mata uang kripto, dan di Rovereto membeli sepeda motor, membayar pajak, atau memotong rambut menggunakan bitcoin.

Bagi Didi, baik desa tradisional yang sangat kecil dan ibu kota suatu negara kini banyak yang menggunakan bitcoin.

"Menurut pendapat saya, negara mana pun, kota mana pun di dunia, dapat memiliki adopsi bitcoin yang sama sebagai penyimpan nilai, atau pembayaran, atau uang tunai peer-to-peer," jelas Taihuttu.

Harga bitcoin telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, dengan harga hampir US$ 20.000 dan beberapa analis mengatakan cryptocurrency masih memiliki banyak kesempatan untuk melonjak lagi. Mike Novogratz, CEO perusahaan investasi Galaxy Digital, menilai reli comeback ini baru saja dimulai. Dia melihat bitcoin naik menjadi US$ 60.000 pada tahun depan.

Kepala CitiFXTechnicals Tom Fitzpatrick,, mengatakan grafik mengisyaratkan bahwa bitcoin dapat mencapai US$ 318.000 pada Desember 2021. Dengan prediksi setinggi langit ini, tidak mengherankan jika lebih banyak investor yang memilih untuk menyimpan bitcoin mereka, daripada membelanjakannya.

Menurut Chainalysis jumlah akun yang membeli bitcoin senilai lebih dari satu juta dolar dan kemudian memindahkannya dari bursa naik 180% dari 2017 hingga 2020. Sedangkan data dari Glassnode menunjukkan bahwa 95% dari kapitalisasi pasar bitcoin disimpan di dompet yang menyimpan lebih dari satu bitcoin.

(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT