Muda dan Tajir, 7 Generasi Ketiga Orang Terkaya RI

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 07 Des 2020 15:04 WIB
Ketum PB PRSI Anindya Novyan Bakrie
Foto: PB PRSI
Jakarta -

Perusahaan besar milik keluarga terkaya RI mulai menurunkan kepimimpinan kepada generasi kedua dan ketiga. Grup perusahaan dari Djarum, Salim Grup, Lippo Grup, dan Bakrie Grup kini telah memilih pemimpin muda yang mulai memegang sejumlah posisi atas di sejumlah perusahaan tersebut.

Perusahaan besar bisa dikatakan cukup berhasil mempertahankan bisnisnya jika sampai mengalihkan kepemimpinannya hingga ke generasi ketiga. Pasalnya cukup sulit mempertankan hingga generasi ketiga. Kebanyakan hanya sampai ke generasi kedua.

Ada tujuh nama generasi ketiga konglomerat Indonesia yang kini cukup exist, muda, tampan, dan keren.

1. Armand Wahyudi Hatono

Putra dari Robert Budi Hartono, pemilik PT Bank Central Asia Tbk dan cucu dari Oei Wie Gwan, founder perusahaan rokok Djarum dan Group Hartono, saat ini Armand ditempatkan menjadi Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk.

Kiprahnya di sektor perbankan Indonesia berawal setelah dia bergabung dengan BCA sebagai kepala divisi perencanaan wilayah pada 2004 hingga 2006.

Melansir dari wallmine.com, Armand menempuh pendidikan di California State University pada 1996 dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research dari Stanford University pada 1997.

Kemudian, Armand bekerja sebagai analis untuk Global Credit Research and Investment Banking di JP Morgan Singapura (1997-1998) serta pernah menjabat berbagai posisi manajerial di PT Djarum (1998-2004).

2. John Riady

Diketahui akhir tahun lalu Grup Lippo tersandung masalah utang dan sang kakek, Mochtar Riady sekaligus pendiri grup Lippo meminta bantuan kepada cucunya John Riady.

Salah satu rencana yang sudah dilakukan adalah rights issue sebesar US$ 788 juta pada Juli 2019, penjualan aset perusahaan, dan pembayaran kembali (refinancing) utang. Karena proses tersebut, menyebabkan harga sahamnya melonjak 37%.

"Perubahan ini akan mengembalikan arus kas menjadi positif di tahun depan, sementara itu perusahaan akan terus membuang aset non-inti untuk mengurangi utang," kata John Riady kepada Bloomberg, Rabu (11/9).

Pada Maret lalu John Riady ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Sejak John menjabat, selain saham perusahaan naik, obligasi korporasinya juga mengalami penguatan. John pun berambisi Grup Lippo menjadi salah satu perusahaan real estate terbesar di Asia Tenggara dalam dua dekade menyaingi Ayala Land Inc dan Singapore CapitaLand Ltd lewat Meikarta project.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

(zlf/zlf)