3 Reaksi Ahok Ngamuk soal Rencana Kenaikan Tunjangan DPRD DKI

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 07 Des 2020 18:00 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Rencana kenaikan tunjangan untuk anggota DPRD DKI Jakarta menyita perhatian banyak orang. Bahkan, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ikut bersuara mengenai hal tersebut.

Pria yang kini menjabat Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pun mendapat info di media sosial mengenai rencana kenaikan tunjangan yang nilainya fantastis. Bagaimana reaksinya?

1. Ahok Ngamuk

Ahok mendapat kabar di media sosial mengenai rencana kenaikan tunjangan DPRD DKI Jakarta. Nilai kenaikan tunjangan yang beredar di media sosial bikin dirinya ngamuk.

"Saya baca sampai tunjangan rumah Rp 110 juta di media sosial. Saya pun ngamuk baca itu. Tunjangan mobil Rp 35 juta, ya saya ngamuk," kata Ahok melalui video di channel YouTube 'Panggil Saya BTP', dikutip Senin (7/12/2020).

Namun, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra M Taufik menyebut Ahok menerima informasi yang keliru.

2. Kritik Tunjangan

Menurutnya, tunjangan yang berlaku di era Gubernur Anies Baswedan saat ini sudah besar. Dijelaskan Ahok, jika masih menjadi gubernur, dirinya tak akan setuju memberi tunjangan sebesar itu.

"Jujur saja, kalau saya jadi gubernur nggak akan pernah saya setuju tunjangan rumah tahun 2017 Rp 60 juta, mobil Rp 21,5 juta, saya tidak pernah setuju, itu yang saya selalu berantem dengan teman-teman kamu di dewan," paparnya.

3. Ingatkan Sedang Pandemi

Dia terang-terangan tidak suka dengan wacana kenaikan tunjangan. Sebab, pandemi COVID-19 saat ini saja membuat pendapatan asli daerah (PAD) DKI turun, hingga tunjangan ASN/PNS dipotong 50%.

"Kalau PAD DKI turun, kalau ada COVID, kita punya penghasilan turun, PNS/ASN tunjangan dipotong 50% ya, kalau DPRD menaikkan penghasilan, saya pun tidak suka," tambahnya.

(toy/ara)