Ekonomi RI Diprediksi Minus 2,4% Tahun Ini

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 09 Des 2020 05:25 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan ekonomi nasional tahun 2020 berada di kisaran -1,7% sampai 0,6%. Dia mengakui pemulihan ekonomi di sisa akhir tahun 2020 ini berat karena adanya lonjakan kasus COVID-19 di November-Desember.

Berdasarkan paparannya, beberapa lembaga Internasional memperkirakan ekonomi Indonesia masih berada di jalur teritori negatif. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) sendiri memprediksi ekonomi Indonesia sepanjang 2020 -2,4%.

"Untuk tahun 2020 di Indonesia kami proyeksikan ekonomi akan berada di antara minus 1,7% hingga 0,6%. Prediksi OECD -2,4%. Ini adalah tugas yang berat bagi kami semua untuk melakukan pemulihan di triwulan IV-2020 karena kita melihat peningkatan penularan COVID di awal Desember," kata Sri Mulyani dalam acara US-Indonesia Investment Summit ke-8 yang digelar virtual, Selasa (8/12/2020).

"Ini adalah musim libur sama dengan negara-negara lainnya, sehingga kita perlu menggunakan rem dulu untuk pemulihan perekonomian," tambahnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut ada perbaikan dari sisi demand karena mobilitas masyarakat telah meningkat. Namun di sisi lain, dia juga khawatir hal itu malah menimbulkan adanya peningkatan kasus COVID-19.

"Kita melihat secara perlahan orang-orang mulai meningkatkan mobilitas mereka. Semoga ini dapat mengindikasikan pemulihan ekonomi, bukan penularan COVID. Dengan meningkatnya mobilitas, maka akan ada jalan menuju pemulihan," imbuhnya.

Sri Mulyani wanti-wanti ekonomi Indonesia bisa pingsan. Kenapa? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2