Strategi Menkeu Kendalikan Utang Hingga Cegah Korupsi Vaksin

ADVERTISEMENT

Blak-blakan Menkeu Sri Mulyani

Strategi Menkeu Kendalikan Utang Hingga Cegah Korupsi Vaksin

Deden Gunawan - detikFinance
Rabu, 09 Des 2020 07:00 WIB
Jakarta -

Hampir semua negara di dunia mengalami kontraksi ekonomi dan defisit yang luar biasa. Untuk menyelamatkan ekonomi nasional dan rakyatnya, utang mereka meningkat tajam. Tapi dibandingkan dengan negara-negara maju di Eropa, bahkan Amerika Serikat utang Indonesia relatif masih terkendali.

"Negara-negara di Eropa itu utangnya sudah di 90% atau 80% dan sekarang nambah 20% atau 15% jadi sudah mendekati 100%," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam program Blak-blakan, Selasa (8/12/2020).

Kalau utang kita, dia melanjutkan, ada di 30% dari GDP dan mungkin (akan) naik ke 36-37% dari GDP. Sebanyak 4,2% di antaranya untuk penanganan COVID-19.

Walaupun UU mengatakan utang terhadap GDP maksimum 60%, sebagai Menteri Keuangan dia tak mau gegabah terus menambah utang. Setiap penambahan utang akan selalu diperhitungkan dengan memperhatikan penerimaan negara. Selain itu, setiap penambahan utang untuk menambal APBN selalu disampaikan dan dibahas bersama DPR.

Terkait pengadaan vaksin agar terhindar dari korupsi seperti dalam penyaluran bansos, Sri Mulyani menyatakan semua vaksin harga telah diumumkan ke publik. Khusus vaksin yang diimpor Bio Farma sebagai BUMN, dia berharap nilai kontraknya bisa disampaikan ke publik.

Untuk vaksin yang mungkin akan dijual ke masyarakat tentu akan nada biaya tambahan yang mempengaruhi jual. Sebab vaksin tersebut nantinya perlu dikemas ulang, ada biaya penyimpanan, distribusi, dan lainnya.

"Nah ini harus disampaikan secara transparan karena sebagian menggunakan uang negara," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sri Mulyani juga berharap masyarakat tetap melakukan kontrol dengan menyampaikan informasi bila ditemui ada hal-hal yang dinilai berbeda. "Saya senang jika ada feedback dari masyarakat," ujarnya.

Di luar dua isu tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan sisi pribadinya sebagai ibu rumah tangga yang humanis. Dia rupanya gemar memasak, mengenakan busana buatan kakak iparnya, hingga memberikan tips untuk berbisnis dan investasi di 2021.

Selengkapnya, saksikan di program Blak-blakan, Rabu (9/12/2020).

(ddg/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT