ADVERTISEMENT

10 Tahun Angela Merkel 'Betah' Jadi Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 09 Des 2020 08:57 WIB
75 Tahun PBB: Pemimpin Jerman Angela Merkel Serukan Reformasi Menyeluruh
Foto: DW (News)
Jakarta -

Forbes telah mengumumkan daftar wanita paling kuat di dunia. Para wanita ini telah melakukan yang terbaik untuk negara sampai komunitas di era modern.

Selama 10 tahun berturut-turut Kanselir Jerman Angela Merkel menduduki peringkat pertama. Perempuan berusia 66 tahun ini merupakan Kanselir pertama di Jerman sejak 2005.

Kemudian kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde menempati posisi kedua. Lagarde menjabat sebagai bos bank sentral wanita pertama di Eropa pada 1 November 2019. Sebelumnya dia merupakan kepala International Monetary Fund (IMF).

Lalu wakil presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Kamala Harris juga masuk ke dalam tiga besar peringkat tersebut. Kamala merupakan wakil presiden wanita pertama Amerika Serikat dan merupakan orang Amerika kulit hitam dan india pertama yang menduduki posisi tersebut.

Forbes juga menyebutkan jika banyak pemimpin di dunia yang berupaya untuk mengubah masyarakat seperti CEO UPS Carol Tome yang menduduki peringkat ke 11, eksekutif Clorox Linda Rendle di posisi ke 87. Kemudian Wakil Presiden Eksekutif CVS Health Karen Lynch yang menduduki posisi ke 38 bertanggung jawab untuk menguji vaksin COVID-19 hingga mengirimkan ke seluruh dunia.

Wakil Presiden Eksekutif ForbesWomen Moira Forbes mengungkapkan para pemimpin dalam 100 daftar ini berupaya menghadapi dan melewati tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Para pemimpin, pendiri dan dermawan dalam daftar ini adalah contoh yang baik yang ada di tengah krisis. Kekuatan dan pengaruh mereka dapat membantu dunia menjadi lebih sehat dan lebih aman untuk seluruh masyarakat," ujar dia dikutip dari Forbes, Rabu (9/12/2020).

Untuk menentukan daftar ini Forbes menggunakan perhitungan dari sejumlah metrik pertama uang yang terdiri dari PDB, pendapatan, aset yang dikelola hingga kekayaan bersih. Lalu penyebutan di media. Kemudian dampak yang terjadi seperti jumlah pegawai populasi hingga lingkungan.

(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT