Efektifkah Lumbung Pangan di Bekas Lahan Gambut?

ADVERTISEMENT

Efektifkah Lumbung Pangan di Bekas Lahan Gambut?

Erwin Dariyanto - detikFinance
Kamis, 10 Des 2020 13:52 WIB
Mengintip persiapan proyek lumbung pangan di Kalteng Oktober
Proyek Food Estate di Kalimantan Tengah (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Menurut Sarwo, saat ini provitasi petani di Kalimantan Tengah sebesar 2 sampai 3 ton per hektare. Kementerian Pertanian berniat mengubah mindset petani agar menanam padi unggul bermutu dan bersertifikat. Dengan begitu produksi padi bisa meningkat menjadi 5 sampai 6 ton per hektare.


Pada bulan Oktober ini rencananya juga akan kembali dilakukan penanaman padi di area seluas 12.966 hektare. Ditargetkan hingga akhir tahun 2020, ada kurang lebih 30.000 hektare area Food Estate di lahan eks-PLG sudah ditanami padi. Di mana 10.000 hektare berada di Kabupaten Pulang Pisau dan 20.000 hektare sisanya berada di Kabupaten Kapuas.

Selain padi, ada juga komoditas lain, seperti bawang merah, jeruk, ikan dan itik. "Bila sesuai dengan waktu/jadwal tanam di lahan 30.000 hektar yaitu bertahap mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2020, maka kami optimis pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2021 kita sudah dapat panen padi dari lahan Food Estate," kata Sarwo.

Proyek Food Estate di Kalimantan Tengah ini merupakan program pemanfaatan kawasan eks -PLG untuk mendukung ketahanan pangan. PLG atau Proyek Lahan Gambut satu juta hektare digagas oleh Presiden Soeharto pada tahun 1995. Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 82 Tahun 1995 ditetapkan areal PLG terbagi menjadi lima wilayah blok. Blok A seluas 227.000 ha, Blok B seluas 161.480 ha, Blok C seluas 568.635 ha, Blok D seluas 162.278 ha, dan Blok E seluas 337.607 ha.


Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di area eks-PLG 1 juta hektare terdapat kurang lebih 295.500 hektare bisa dikembangkan. Namun dari jumlah tersebut yang potensial, -sudah ada cetak sawah dan jaringan irigasi- hanya sekitar 165.000 hektare. Dari jumlah tersebut lahan yang fungsional seluas 85.477 hektare dan sisanya dengan luas 79.385 hektare masih berupa semak belukar, perlu pembersihan atau land clearing.


Lokasinya food estate untuk tanaman padi rencananya berada di Palinggau, Pulang Pisau, Belanti, Pangkoh, dan Dadahup. Sementara untuk komoditas singkong direncanakan berada di Gunung Mas, Pulang Pisau, dan Kapuas.

Dikutip dari laman https://balittra.litbang.pertanian.go.id/ sejumlah area di kawasan eks PLG yang bakal digunakan sebagai lahan Food Estate tak aman dari bencana banjir. Desa Bina Jaya di blok A1 dan Harapan Baru blok A4 masuk dalam wilayah agak rawan banjir. Masuk kawasan rawan banjir antara lain desa Petak Batuah di blok A2 dan Bentok Jaya, Kecamatan Dadahup di blok A5. Lokasi yang dikategorikan sangat rawan banjir adalah desa Saka Binjai di blok A6, Bina Sejahtera blok A7, Sukareja blok A8, dan Suka Mukti kecamatan Kapuas Murung di blok A9.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR terus melakukan berbagai upaya untuk pengendalian banjir di sejumlah area eks-PLG. Namun tak hanya banjir, sejumlah kawasan area eks-PLG juga rawan kebakaran. Pada 2015 terjadi kebakaran hebat di area eks-PLG akibat rusaknya lahan gambut. Jejak sisa kebakaran tersebut bisa dilihat dari peta yang diakses melalui platform Pranata Informasi Restorasi Ekosistem Gambut (PRIMS) berikut ini.

PRIMS Peta kebakaran lahan gambut 2015 di KaltengPRIMS Peta kebakaran lahan gambut 2015 di Kalteng Foto: Pranata Informasi Restorasi Ekosistem Gambut (PRIMS)

Data SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan kebakaran hutan di Kalimantan Tengah pada 2015 mencapai 583.833,44 hektare. Sebanyak 98.784,73 hektare di antaranya terjadi di area eks-PLG di Kabupaten Pulang Pisau, yang meliputi Kahayan Tengah 11.015,96 hektare lahan, Jabiren Raya 10.151,97 hektare, Kahayan Hilir 16.712,93 hektare, Maliku 6.871,20 hektare, Pandihbatu 5.800,04 hektare, Sebangau Kuala 30.424,60 hektare, dan Kahayan Kuala 17.17.808,30 hektare.

Dikutip dari https://satudata.kalteng.go.id/ sejumlah kawasan di area eks PLG hingga kini belum sepenuhnya bebas dari banjir dan kebakaran. Berikut ini data bencana banjir dan kebakaran di Kabupaten Pulang Pisau.

Data rawan bencana provinsi Kalteng 2016 - 2020 kabupaten pulang pisauData rawan bencana provinsi Kalteng 2016 - 2020 kabupaten pulang pisau (sumber: satudata.kalteng.go.id)

Selanjutnya data bencana di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT