Hasil Survei: Mahasiswa Pilih Nabung di Bank Ketimbang Investasi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 12 Des 2020 20:30 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mayoritas mahasiswa di Indonesia memilih menyimpan kelebihan uang sakunya dalam rekening bank dibanding melakukan investasi di berbagai portofolio. Menurut survei Lifepal, dilansir Sabtu (12/12/2020), 65,2% mahasiswa di Indonesia memilih untuk menyimpan uang sakunya yang berlebih di bank.

Hanya 22,4% dari total responden yang akhirnya memilih untuk berinvestasi untuk membeli logam mulia, surat berharga, dan instrumen lainnya.

"Ketika uang saku yang dimiliki berlebih setelah penggunaan dalam sebulan, 65,2% dari seluruh responden memilih untuk menyimpan uang tersebut di tabungan," tulis laporan Lifepal.

Sementara itu ada juga mahasiswa yang menghabiskan lebihan uang sakunya untuk menghibur diri. 7,5% di antaranya menghabiskan uang saku lebihnya untuk berbelanja. Kemudian, ada 5% yang menggunakannya untuk travelling.

Kemudian, bila dilihat dari penggunaannya, ada 33,5% mahasiswa saja yang uang sakunya mengalami surplus alias kelebihan.

Kebanyakan, mahasiswa mengaku uang sakunya cukup alias selalu habis tiap bulannya, dengan jumlah 57,5%. Lalu, sebanyak 9% responden lain mengaku bahwa uang saku yang diterima tidak cukup, atau defisit.

Namun, di masa pandemi kebanyakan besaran uang saku mahasiswa berkurang. Buktinya, yang menerima uang saku Rp 1 hingga 3 juta per bulan hanya sebesar 17,6%. Padahal, sebelum pandemi 59% mahasiswa mengaku menerima uang saku sebesar Rp 1 hingga 3 juta per bulan.

Sementara itu 71% responden atau sebagian besarnya yang mengaku menerima uang saku di bawah Rp 1 juta per bulan.

Adapun, survei Lifepal ini dilakukan dengan metode random sampling terhadap 443 responden yang merupakan mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia. Survei berlangsung pada 6 Oktober hingga 4 Desember 2020.

Perbandingan jumlah responden dalam survei ini adalah, 144 responden pria dan 299 responden wanita.

(hns/hns)