Kenaikan TDL Tunggu Audit BPP Listrik PLN
Senin, 30 Jan 2006 20:57 WIB
Jakarta - Pemerintah belum dapat membahas besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL)sebelum dilakukan audit terhadap biaya pokok produksi (BPP) listrik PLN.Sebelumnya, DPR memang meminta agar pemerintah dan PLN melakukan auditterhadap BPP."Rapat hari ini hanya membahas dampak secara makro dan mikro akibat kenaikan TDL," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai rapat pembahasan TDL, Senin (30/1/2006) pukul 20.30 di Kantor Menteri Keuangan Jalan Lapangan Banteng, jakarta. Rapat juga dihadiri , Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Boediono, Dirut PLN Eddie Widiono dan Menneg BUMN Sugiharto.Purnomo menyatakan dampak secara makro itu misalnya terhadap inflasi. Sedangkan secara mikro terhadap penggolongan pemakai listrik PLN. "Semuanya kuncinya di cost (biaya-red). Jadi kita masih menunggu hasil audit BPP-nya," ujarnya."Gimana kita bisa tahu besaran kenaikannya, kalo kita belum tahu hasil auditnya. Jadi kita tunggu saja," tuturnya.Sementara, Eddie tidak mau berkomentar saat ditanya usai rapat rapat. Dia hanya diam saja ketika ditanya, soal permintaan Menneg BUMN Sugiharto agar PLN pada tahun 2006 ini mengurangi losses hingga 1 digit.Usai rapat Direktur Pemasaran dan Niaga PLN Sunggu Aritonang juga enggan berkomentar. Lagi-lagi dia menyatakan sedang sakit tenggorokan ketika ditanya soal losses PLN. Namun ketika didesak terus akhirnya, Sunggu menyatakan, PLN akan berusahamengurangi losses. "Kalau pemerintah minta ya akan kita lakukan dan kitaberusaha," katanya dengan suara parau.
(ton/)











































