Digelar Virtual, Pameran Dagang Terbesar Ke-35 RI Catat Transaksi US$ 1,2 M

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 13 Des 2020 13:50 WIB
Mendag Agus Suparmanto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kunjungi pusat perbelanjaan. Kedatangannya untuk tinjau protokol kesehatan di pusat perbelanjaan.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan Trade Expo Indonesia ke-35 Virtual Exhibition (TEI-VE) 2020 telah dilangsungkan sebagai pemeran dagang virtual terbesar di Indonesia di tengah pandemi COVID-19. TEI-VE 2020 yang berlangsung selama 10-16 November 2020 dan berakhir masa penayangan virtual showcase-nya kemarin (10/12), sukses membukukan total nilai transaksi prospektif sebesar US$ 1,2 miliar.

Total tersebut merupakan capaian yang tercatat per 10 Desember 2020 pukul 13.25 WIB dan telah melampaui target yang ditetapkan sebesar US$ 1 miliar.

"Pantauan kami, TEI-VE 2020 ini telah berjalan dengan lancar hingga berakhir virtual showcase- nya kemarin. Selama berjalannya TEI kali ini, memang ada beberapa tantangan yang dihadapi, baik dari sisi exhibitor/eksportir maupun buyers, termasuk penyelenggara TEI. Namun, hal itu tidak mematahkan semangat kita untuk terus meningkatkan ekspor di masa pandemi saat ini," ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (13/12/2020).

Agus menjelaskan, selama penyelenggaraannya, TEI ke-35 sukses menghadirkan 690 exhibitors atau pelaku usaha sukses dan sebanyak 7.459 buyers. Para buyers tersebut meliputi 3.352 buyers dari 127 negara mitra dagang dan 4.107 buyers lokal.

Lebih lanjut Agus merinci, total transaksi prospektif USD 1,2 miliar yang dicapai terdiri atas transaksi barang dan jasa, maupun investasi. Transaksi barang dan jasa tercatat senilai USD 1,1 miliar, meliputi nilai MoU barang dan jasa USD 967,13 juta yang terdiri dari perdagangan barang sebesar USD 941,13 juta dan jasa (pekerja migran terampil) USD 26,00 juta; transaksi harian USD 124,75 juta; dan business matching USD 435,28 ribu.

Sedangkan, transaksi investasi mencatatkan nilai USD 110 juta dengan dua negara, yaitu Jepang sebesar USD 100 juta untuk produk palm oil mill effluents-POME; dan Mesir sebesar USD 10 juta untuk pabrik joint venture.

"Ke depan, di tahun 2021 kita masih akan menghadapi masa sulit karena pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi di hampir seluruh negara dunia, termasuk Indonesia. Untuk itu, diharapkan hasil yang diperoleh TEI kali ini dapat terus berkelanjutan, di samping juga kami terus berupaya meningkatkan terobosan peningkatan ekspor nonmigas," ujar Agus.

Adapun 15 negara terbesar yang melakukan transaksi pada TEI ke-35 adalah RRT senilai USD 505,01 juta; Jepang USD 224,20 juta; Mesir USD 147,20 juta; Australia USD 95,42 juta; Malaysia USD 21,40 juta; Belanda USD 19,34 juta; Filipina USD 16,01 juta; Jerman USD 14,78 juta; Amerika Serikat USD 10,62 juta; India USD 9,49 juta; Taiwan USD 6,87 juta; Brasil senilai USD 5,77 juta; Korea Selatan senilai USD 4,00 juta; Singapura senilai USD 3,73 juta; dan Hong Kong USD 2,00 juta.

Lanjut halaman berikutnya>>>