Gaduh di Petamburan Berujung Pidana, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 14 Des 2020 10:44 WIB
Habib Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan. Setiba di Polda Metro Jaya, ia sempat mengacungkan jempol.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kejadian kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, menyeret Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab ke polisi. Rizieq diputuskan menjadi tersangka pembuat kerumunan di tengah pemberlakuan PSBB di Jakarta.

Hal ini pun cukup membuat kegaduhan di masyarakat, apalagi di tengah kekhawatiran penambahan kasus virus Corona. Habib Rizieq sendiri telah ditahan di rutan Polda Metro Jaya hingga kini.

Lalu, apakah kondisi dan kegaduhan ini memberi dampak pada iklim investasi di tanah air?

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati mengatakan, sebenarnya terganggunya iklim investasi di Indonesia disebabkan banyak faktor. Namun begitu, dirinya memastikan iklim investasi Indonesia saat ini memang kurang baik lantaran terdampak pandemi COVID-19.

"Tanpa adanya kegaduhan sosial akibat tewasnya anggota FPI saja, iklim investasi di Indonesia saat ini 'masih buruk' akibat pandemi COVID-19," kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Dia menjelaskan, pemerintah dinilai belum bisa mengatasi COVID-19 secara tuntas dan menjadi salah satu faktor yang mengganggu iklim investasi nasional.

Menurut dia, saat ini yang menjadi perhatian khusus para investor adalah seberapa seriusnya pemerintah Indonesia menerapkan atau mengimplementasikan protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Kerumunan di Petamburan hanya salah satu contoh saja dari sulitnya pemerintah menegakkan protokol kesehatan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2