Tertinggi Sejak 2018, Ekspor RI November Melesat ke US$ 15,28 M

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 11:13 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada November 2020 sebesar US$ 15,28 miliar. Angka ini tercatat naik 6,3% dibandingkan bulan sebelumnya maupun tahun sebelumnya.

Nilai ekspor November juga menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini. Bahkan jika ditarik ke belakang, ekspor ini tertinggi sejak Oktober 2018 yang saat itu tercatat sebesar US$ 15,91 miliar.

"Perkembangan ekspor ini menggembirakan, karena kalau dibandingkan dengan Oktober berarti terjadi kenaikan 6,36%, dan nilai ekspor November 2020 kalau dibandingkan tahun 2019 mengalami kenaikan tinggi 9,54%," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Selasa (15/12/2020).

Kenaikan nilai ekspor secara bulanan dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas migas dan non migas. BPS mencatat harga komoditas minyak mentah Indonesia selama Oktober ke November 2020 naik dari US$ 38,07 per barel menjadi US$ 40,67 per barel.

Dan beberapa komoditas non migas juga naik harganya seperti minyak kernel, seng, alumunium, batubara, karet, dan tembaga. Kemudian lemak dan hewan nabati, bahan bakar mineral, biji baja, mesin, dan peralatan mekanis.

"Harga batubara pada bulan ini naik sebesar 7,57% month to month. Ada juga komoditas non migas yang turun seperti emas dan perak," kata Suhariyanto.

(hek/eds)