Impor Indonesia November Naik 17% ke US$ 12,6 Miliar

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 11:51 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/9/2012). Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Bank mengatakan perekonomian dunia akan mengalami kenaikan pada level 3,2%. Pertumbuhan tersebut akan berdampak pada impor dan ekspor Indonesia pada tahun 2013.
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada November 2020 sebesar US$ 12,66 miliar. Jika dibandingkan dengan Oktober 2020, impor mengalami peningkatan 17,4%, disumbang oleh kenaikan impor non migas dan migasnya.

"Meski demikian, nilai impor Indonesia pada November 2020 kalau dibandingkan posisi tahun lalu, masih turun 17,46% karena impor non migas turun 12,33% dan impor migas turun 49,16%" kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Selasa (15/12/2020).

Impor barang konsumsi tercatat mengalami pertumbuhan yang positif. Impor barang konsumsi pada November 2020 naik 25,52% secara bulanan.

"Kalau kita lihat komoditas yang utama kita impor barang konsumsi ini adalah garlic dari Tiongkok, kemudian ada boneless frozen dari India. Kemudian ada impor buah apel segar dari Tiongkok.

Kemudian pada bulan ini impor bahan baku atau penolong juga naik 13,02% secara bulanan. Beberapa bahan baku yang diimpor cukup besar di antaranya adalah daging kambing dan sapi.

"Impor kita tinggi pada barang modal, pada November 2020 ini impor barang modal kita naik 31,54% month to month. Barangnya rata-rata mesin mesin," kata Suhariyanto.

Adapun secara kumulatif, total nilai impor Indonesia tercatat sebesar US$ 127,13 miliar dolar. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, maka ada penurunan 18,91%. Berdasarkan negara asal, impor Indonesia sendiri masih didominasi dari Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

(hek/eds)