Upah Riil Buruh Tani Turun Jadi Rp 52.566/Hari

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 18:16 WIB
Sejumlah buruh tani dari kabupaten Sragen tampak sibuk menggarap sawah di Sragen. Belasan buruh tani itu diketahui memanen gabah dengan upah Rp 60 ribu per hari
Ilustrasi/Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) upah riil buruh tani turun 0,36% menjadi Rp 52.566 per hari. Hal itu dikarenakan terjadi kenaikan indeks konsumsi rumah tangga di pedesaan pada November 2020.

"Karena pada November 2020 terjadi kenaikan indeks konsumsi rumah tangga di pedesaan sebesar 0,51%, secara riil upah buruh tani ini turun 0,36 persen jadi Rp 52.566," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Fenomena penurunan juga terjadi pada upah riil buruh bangunan tukang bukan mandor, yaitu turun 0,24% menjadi Rp 86.311 per hari dari yang sebelumnya sebesar Rp 86.514 per hari. Namun begitu, rata-rata nominal upah buruh bangunan tukang bukan mandor naik 0,04% menjadi Rp 90.807 per hari.

Sementara upah buruh potong rambut wanita pada November 2020 rata-ratanya mengalami kenaikan 0,26% menjadi Rp 28.730 per kepala dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 28.656 per kepala. Akan tetapi, upah riil yang diterima turun 0,02% menjadi Rp 27.308 per kepala.

Sedangkan untuk upah asisten rumah tangga tidak mengalami perubahan yaitu tetap sebesar Rp 419.906 per bulan. Hanya saja upah riilnya menurun 0,28% menjadi Rp 399.113 per bulan.

Perlu diketahui, upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Sedangkan, upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga pedesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.

(hek/hns)