Penjualan Barang Mewah di China Laris Manis selama Pandemi

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 11:46 WIB
PARIS, FRANCE - MARCH 09:  A model, detail, walks the runway during the Louis Vuitton show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Fall/Winter 2016/2017  on March 9, 2016 in Paris, France.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images
Jakarta -

Pasar barang mewah di China terbukti tak terhentikan sepanjang tahun ini. Padahal, permintaan pada barang-barang mahal secara global tengah menyusut drastis akibat dihantam pandemi COVID-19. Hanya di China, barang mewah malah laku keras.

Demikian menurut laporan yang dirilis oleh platform belanja online Alibaba (BABA) TMall dan konsultan Bain. Menurut laporan tersebut, pasar barang mewah China akan tumbuh 48% tahun ini menjadi sekitar 346 miliar yuan (US$ 52,9 miliar) meskipun ada pandemi. Bila prediksi itu tak meleset, maka pertumbuhan tersebut hampir menggandakan pangsa keseluruhan China Daratan dalam industri global dari 11% tahun lalu menjadi 20% pada tahun 2020.

"China Daratan adalah satu-satunya (negara) yang pasar barang mewah utamanya tumbuh pada tahun 2020. Pasar mewah China sekarang lebih besar dari sebelumnya," ujar Bruno Lannes, mitra produk konsumen dan praktik ritel Bain dikutip dari CNN Business, Kamis (17/12/2020).

Ledakan penjualan di China didukung oleh konsumen yang memang sudah sering menghabiskan banyak uangnya untuk membeli barang-barang mewah saat berlibur ke luar negeri.

"Porsi China Daratan dalam pembelian barang mewah global tahun ini mencapai puncaknya," sambungnya.

Bain dan Alibaba memproyeksikan bahwa pasar barang mewah global akan menyusut sebesar 23% pada tahun 2020, karena pandemi ini masih terus membatasi perjalanan dan belanja di banyak tempat.

(eds/eds)