Beda Rapid dan Swab Antigen yang Jadi Syarat buat ke Bali

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 12:31 WIB
104 Warga Jalani Rapid Test Swab Antigen

Warga mengikuti tes swab rapid tes antigen di Walikota Jakarta Timur, Jakarta, Rabu (16/12/2020). Sebanyak 104 warga menjalani rapid tes swab antigen. hw
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Swab antigen dan rapid antigen merupakan istilah yang belakangan muncul karena menjadi syarat untuk bepergian, khususnya Bali. Tes tersebut merupakan sedikit dari cara untuk mengetahui kemungkinan terinfeksi COVID-19.

Untuk diketahui, swab antigen adalah penerapan uji COVID-19 dengan pengambilan sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Sampel diambil dengan swab test atau tes usap sehingga mirip dengan pelaksanaan tes PCR.

"Swab itu adalah cara pengambilannya dengan mengambil spesimen dari hidung atau tenggorokan. Lalu ada dua cara periksanya, dengan PCR real time atau dengan tes cepat antigen (rapid antigen). (Rapid antigen dan swab antigen) cara ambil sampelnya sama yaitu swab, tapi metode periksanya beda," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesahatan, Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom, Kamis (17/12/2020).

Berdasarkan catatan detikcom, swab antigen bertujuan mencari protein yang terdapat di permukaan virus. Cara kerja ini berbeda dengan RT PCR test yang mencari material genetik pada virus penyebab COVID-19.

Mekanisme swab antigen disebut tidak terlalu berat karena dengan bahan kimia lebih sedikit dibanding test RT PCR. Hasil swab antigen juga lebih cepat dibanding tes RT PCR, namun menurut Dr. Aneesh Mehta hasilnya tidak terlalu sensitif.

Swab antigen berisiko memberi hasil false negative dan false positive. Risiko muncul jika reagen salah mengenali protein COVID-19 atau sama sekali melewatkannya. Untuk itu, masyarakat disarankan tetap menerapkan protokol kesehatan dan bila muncul gejala lakukanlah tes RT PCR usai swab antigen. Terlebih jika pasien yang hasilnya negatif namun menujukan gejala atau berisiko terpapar COVID-19.

Sedangkan rapid antigen berfungsi untuk mendeteksi salah satu antigen pada virus COVID-19 yakni protein nukleokapsid. Antigen sendiri merupakan molekul di permukaan virus yang dikenali oleh sistem imun tubuh.

Rapid antigen membutuhkan waktu yang lebih singkat dibanding tes RT PCR. Bedanya, rapid antigen dilakukan dengan cara mengambil sampel usap dari rongga hidung untuk ditempatkan dalam wadah, sedangkan rapid antibodi dilakukkan dengan cara pengambilan sampel darah.

Rapid antigen dinilai lebih unggul dibanding rapid test antibodi karena mendeteksi keberadaan virus yang sesungguhnya. Hasil dari cairan yang sudah didapat kemudian di tes dengan strip kertas untuk mendeteksi keberadaan antigen. Itulah bedanya swab antigen dengan rapid antigen.

(fdl/fdl)