Mau Naik Pesawat? Ada Rapid Test Antigen Rp 150 Ribu Nih!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 14:06 WIB
Sejumlah bandara menyediakan fasilitas rapid test antigen dan PCR. Di Bandara Soekarno Hatta, antrean warga yang akan rapid tes antigen mengular panjang.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Penumpang pesawat kini wajib menyertakan hasil rapid antigen sebelum terbang. Tes diagnosa virus Corona (COVID-19) itu berbeda dengan rapid test biasa, atau rapid test antibodi, dan biayanya cenderung lebih tinggi.

Namun ternyata, ada layanan rapid test antigen dengan harga mulai dari Rp 150.000. Harga tersebut berlaku bagi penumpang maskapai AirAsia, yang bisa diakses dari layanan di fasilitas kesehatan dari Soewarna, Dokterlink, BRIMedika, RS Sheila dan OMSA.

Tak hanya rapid antigen, pelanggan AirAsia juga bisa mendapatkan layanan rapid test antibodi seharga Rp 95.500, dan tes swab berbasis PCR mulai dari Rp 700.000, yang tersedia di berbagai lokasi termasuk Jabodetabek, Bali, Medan, Surabaya, Makassar, Lombok, Yogyakarta, Bengkulu, Ciamis, Palembang, Solo dan Pontianak.

"Kerja sama ini merupakan upaya kami untuk memperluas aksesibilitas layanan rapid test, antigen dan PCR bagi pelanggan kami, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menyediakan layanan penerbangan yang aman, nyaman dan terjangkau," kata Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine dalam keterangan resminya, Jumat (18/12/2020).

Calon penumpang yang sudah melakukan tes akan memperoleh hasil dalam waktu yang tak lama. Misalnya, untuk rapid test antibodi hanya memakan waktu 10 menit, kemudian sekitar 30 menit untuk hasil swab/rapid test antigen, dan 1 hingga 2 x 24 jam untuk hasil tes swab berbasis PCR. Waktu tunggu hasil tes mengikuti proses dan ketentuan dari masing-masing fasilitas kesehatan.

Oleh sebab itu, calon penumpang disarankan menyesuaikan jadwal tes jauh sebelum jadwal keberangkatan demi menghindari kepadatan antrean tes rapid antigen.

(fdl/fdl)