BPS: TDL Naik 30%, Inflasi Bertambah 0,9%
Rabu, 01 Feb 2006 14:44 WIB
Jakarta - Dalam perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan tarif dasar listrik sekitar 15-40 persen akan menambah inflasi sebesar 0,4 hinga 1 persen. Sementara jika kenaikan TDL mencapai 30 persen, maka inflasi bertambah 0,9 persen.Demikian penjelasan Kepala BPS Choiril Maksum dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Rabu (1/2/2006).Namun menurut Choiril, angka tersebut baru perhitungan yang bersifat first round. Sementara sumbangan inflasi turunan seperti dari kenaikan biaya industri dan biaya transportasi belum dinaikkan.Sementara berdasarkan perhitungan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), kenaikan TDL sekitar 30-80 persen akan memberi dampak tambahan biaya produksi baik langsung maupun tidak langsung sebesar 40 persen. Untuk itu, pemerintah diminta tidak terburu-buru menaikkan TDL dan menunggu waktu yang tepat."Menaikkan TDL saat ini akan berakibat kontra produktif terhadap pemerintah sendiri mengingat TDL adalah salah satu komponen biaya tertinggi bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Ketua HIPMI Sandiaga S. Uno dalam siaran pers yang diterima detikcomSandiaga menambahkan, solusi yang tepat saat ini adalah melakukan pembenahan PLN dan restrukturisasi sektor energi listrik.HIPMI mengaku bisa memahami posisi pemerintah yang tidak mungkin terus menerus menutupi kerugian PLN. Namun saat ini daya beli masyarakat sudah sangat lemah untuk dapat menanggung biaya hidup yang lebih tinggi lagi.Dalam kesempatan terpisah, Menko Perekonomian Boediono mengatakan, dalam perhitungan kenaikan TDL, pemerintah akan mengupayakan agar masyarakat miskin dan industri tidak akan terbebani."Semua nanti yang jadi keputusan dalam kaitan penyesuaian TDL akan kita pertimbangkan dari berbagai ciri khas masing-masing kategori. Tujuannya supaya beban yang dipikul tidak terlalu terkonsentrasi pada bidang-bidang yang seyogyanya tidak terbebani yaitu golongan rumah tangga kecil dan industri," ujar Boediono.Mengenai ancaman dari Kadin yang akan memboikot TDL baru, Boediono mengaku akan mengajak bicara para pengusaha tersebut."Sekarang komunikasi kita baik. Sekarang adalah masalah untuk menyelamatkan APBN untuk kepentingan semua orang," tegas Boediono yang ditemui di Hotel Golden, Kemayoran, Jakarta.
(qom/)











































