Iran Janji Tetap Pasok Minyak
Rabu, 01 Feb 2006 15:02 WIB
Jakarta - Pemerintah Iran berjanji tetap mempertahankan jumlah produksi dan pasokan minyak mentahnya ke pasar internasional demi mencegah lonjakan harga minyak dunia.Janji tersebut disampaikan Menteri Perminyakan Iran melalui Dubes Iran, Shaban Shahidi Moadab saat memenuhi panggilan Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (1/2/2006)."Iran akan terus memasok ke pasar sejumlah atau suplai yang sama dari yang sebelumnya," ujar Menlu Hasan Wirajuda yang juga mengikuti pertemuan tersebut.Saat ini setiap harinya Iran memproduksi empat juta barrel minyak mentah. Sebanyak 2,5 juta barel diantaranya dipasoknya ke pasar internasional. Janji Pemerintah Iran di atas merupakan jawaban atas kekhawatiran negara-negara berkembang yang disuarakan Indonesia melihat kecenderungan kembali melonjaknya harga minyak dunia seiring ketegangan krisis nuklir Iran. Akibat ketegangan di Iran yang merupakan pengekspor minyak terbesar keempat dunia ini, harga minyak dunia sempat mendekati level US$ 70 per barel.Dan bila ketegangan itu gagal menemukan solusi damai, tidak tertutup kemungkinan harga minyak akan mencapai US$ 100 per barrel. Dengan merujuk krisis pada tahun 2005, lonjakan harga minyak tersebut dapat mengancam stabilitas perekonomian dunia. Tidak hanya untuk Indonesia, tapi lebih pada negara-negara berkembang yang belum memiliki cadangan energi nuklir layaknya negara Eropa dan Amerika Utara."Kalau ada solusi damai mudah-mudahan krisis ini tidak tersangkut paut dengan harga minyak. Tapi diperkirakan ketegangan yang terjadi bukan tidak mungkin berpengaruh pada suplai dan harga minyak. Karena itu kita dan seluruh dunia ikut berkepentingan agar masalah ini dapat diselesaikan secara damai dengan negosiasi," urai Menlu.
(qom/)











































