Daya Beli Masyarakat Tergerus Corona, Bagaimana Biar Nggak Makin Nelangsa?

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 20 Des 2020 14:28 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi virus Corona telah membuat perekonomian banyak negara babak belur. Dampak paling terasa adalah meningkatnya angka pengangguran hingga pemangkasan upah tenaga kerja hingga 50% dari upah normalnya.

Kondisi itu tak lepas dari besarnya tekanan yang dihadapi para pelaku usaha dan industri akibat seretnya laju roda perekonomian. Tak hanya di dunia, tapi juga terasa di tanah air.

Kondisi ini jelas bikin banyak rumah tangga merasakan imbasnya. Salah satu yang paling terasa di level rumah tangga adalah menurunnya daya beli yang tergerus imbas pelemahan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Guna mengatasi masalah tersebut, berbagai cara dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah pemberian bantuan sosial (bansos) yang ditujukan langsung bagi masyarakat yang paling dalam terkena dampak pandemi virus Corona.

Beberapa bantuan sosial (bansos) ada yang bakal terus berlanjut sampai tahun 2021 mendatang. Pemerintah telah menyiapkan dana Rp 408,8 triliun dari APBN 2021 sebagai pelaksanaan program perlindungan sosial.

Dari mulai, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako/Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), lalu ada Bansos Tunai, ada juga program Kartu Prakerja hingga program PBI-JKN.

Selai program yang dilakuakan pemerintah, para pelaku industri juga turut ambil bagian dalam upaya meringankan beban masyarakat yang terkena dampak penurunan ekonomi akibat pandemi virus Corona.

Salah satunya seperti yang dilakukan Mitratel yang merupakan anak perusahaan Telkom Indonesia.

Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2