APBN Tekor Rp 883 T per November

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 21 Des 2020 14:59 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik pejabat eselon II
Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan defisit APBN 2020 per November mencapai Rp 883,7 triliun atau 5,6% terhadap PDB. Sedangkan pendapatan negara mencapai Rp 1.423 triliun atau 63,7% dari target APBN.

"Bulan November ini kita sudah mengalami keseimbangan primer defisit di Rp 582,7 triliun. Sedangkan total dari defisit adalah Rp 883,7 triliun," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN, Senin (21/12/2020).

Defisit APBN terjadi karena belanja negara lebih besar daripada pendapatan. Belanja negara tercatat Rp 2.306,7 triliun sedangkan pendapatan negara Rp 1.423 triliun.

"Angka keseimbangan primer yang menurun atau defisit besar maupun defisit secara keseluruhan Rp 883 triliun menunjukkan kenaikan defisit yang sangat besar dibandingkan tahun lalu. Ini yang menggambarkan bagaimana COVID-19 mempengaruhi ekonomi dan keuangan negara," katanya.

Sri Mulyani melanjutkan, sampai dengan November sudah melakukan pembiayaan anggaran mencapai Rp 1104,8 triliun. Angka ini naik drastis dibandingkan tahun lalu Rp 421 triliun.

"Ini agak di atas dari Perpres 72 yang sebesar Rp 1.039 triliun atau dalam hal ini terjadi kenaikan 162% dibandingkan tahun lalu yang pembiayaannya adalah sebesar Rp 421 triliun. Dan oleh karena itu sampai dengan November ini kita mendapatkan atau masih memiliki Silpa sebanyak Rp 221,1 triliun," katanya.

(ara/ara)