3 Poin Gibran dan Sritex Tepis Terlibat Skandal Bansos

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 22 Des 2020 19:30 WIB
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sebagai upaya untuk mencegah warga tidak mudik dan meningkatkan daya beli selama pandemi COVID-19 kepada warga yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Nama Gibran Rakabuming Raka dan perusahaan tekstil terkemuka PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terseret skandal bansos. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu dikabarkan memberikan rekomendasi kepada Sritex untuk memproduksi tas atau goodie bag bansos.

Berikut 3 poin Gibran dan Sritex yang buka suara:

1. Kompak Bantah

Terkait kabar itu Gibran dan Sritex pun buka suara. Keduanya menepis dengan tegas dan menyatakan bahwa kabar itu salah.

"Tidak benar," ucapnya singkat melalui pesan tertulis kepada detikcom, Senin (21/12/2020).

Senada dengan Gibran, ketika dikonfirmasi mengenai hal itu pihak Sritex juga membantahnya.

"Tidak benar," kata Head of Corporate Communication Sritex Joy Citradewi kepada detikcom melalui pesan singkat.

2. Penjelasan Gibran

Dia mengaku tidak pernah merekomendasikan pembuatan tas bansos ke PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex. Ia juga mengaku heran bisa disinggung di skandal korupsi tersebut. Menurutnya tak masuk logika jika dia terlibat korupsi dalam skandal bansos.

"Kalau mau korupsi kok kenapa korupsinya baru sekarang, korupsinya nggak dulu-dulu. Nggak saya nggak pernah seperti itu," kata Gibran usai blusukan di kawasan Banjarsari, Solo.

"Kalau pengin proyek ya proyek yang lebih gede, PLN, Pertamina, jalan tol itu nilainya triliunan. Saya nggak pernah seperti itu. Apalagi ikut campur seperti itu," tambah dia.

Dalam kabar yang beredar, dana korupsi Mensos digunakan untuk pemenangan calon kepala daerah. Menurut Gibran, dana kampanyenya dalam Pilkada Solo bisa dicek dalam laporan yang sudah dia sampaikan ke KPU.

"Bisa dicek sendiri, bisa dicek semua. LHKPN, dana kampanye, bisa dicek online. Silahkan dicek ke tim. Kita nggak pernah yang namanya ditutup-tutupi," kata dia.

3. Penjelasan Sritex

Joy menegaskan bahwa perusahaan yang bermarkas di Solo itu justru yang ditawari oleh pihak Kemensos untuk memproduksi goodie bag bansos.

"Marketing kami di-approach oleh pihak Kemensos," tegasnya.

(das/ara)