Koperasi Modern dan UMKM Wajib Naik Kelas

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 10:40 WIB
Meski omzet payung seni di Kabupaten Klaten anjlok, mereka tetap bersemangat. Di tengah pandemi yang merebak, UKM ini tetap bertahan lho.
Ilustrasi Foto: Achmad Syauqi
Jakarta -

Potensi ekonomi digital indonesia di 2025 mencapai US$ 124 miliar dengan potensi terbesar di e-commerce. Sejak pandemi ada 37% pengguna jasa internet baru.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, yang diwakilkan Deputi Bidang Kelembagaan, Rully Nuryanto, pada acara Connecting The Dots : Cooperative-Entrepreneur-Millenial-Digital yang diselenggarakan Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) kemarin.

Menurutnya, untuk memasuki ekosistem digital tersebut para pelaku Koperasi dan UMKM paling tidak harus melalui lima tahapan.

"Pertama, kesadaran dan kepedulian kita sudah memasuki industri 4.0 semua serba digital, kedua diperlukan pengetahuan dan literasi digital, kompetensi digital, penggunaan digital dalam aktivitas sehari-hari, dan tahap kelima kita sudah masuk transformasi digital dalam aktivitas usaha," kata Rully pada acara tersebut di Smesco, Jakarta, Selasa (22/12/2020) kemarin seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Dalam acara tersebut hadir para pembicara di antaranya, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekraf Bidang Inovasi dan Kreativitas Joshua Simanjuntak, Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi, Ketua Umum AMKI Frans Meroga Panggabean, Rozma Suhardi, Owner Amy and Cake, Rina Sa'adah Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI, Lydia Assegaf Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Charles Sitorus Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia, serta Founder Ralali.com Joseph Aditya.

"Gerakan inovasi dan transformasi digital koperasi sudah diinisiasi pemerintah dengan meluncurkan portal idxcoop.kemenkopukm sebagai rumah besar digital bagi koperasi seluruh Indonesia, hingga bisa mendorong pemanfaatan teknologi informasi yang dibutuhkan oleh koperasi. Kami harap AMKI mampu membantu pemerintah dalam akaelerasi perwujudan Koperasi digital, yang sudah menjadi prioritas dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasi," kata Rully.

Hal senada juga diungkapkan Zabadi, yang menurutnya penting melakukan suatu upaya konsolidasi meningkatkan peran usaha mikro yang berada di sektor informal pengembangan usahanya melalui koperasi. Diharapkan koperasi menjadi agregator dari para pengusaha mikro dan generasi milenial menjadi offtaker pertama yang dapat mendorong jalinan kemitraan dengan stakeholder.

"AMKI harus mampu menjadi motor penggerak dalam mendorong anak-anak milenial gemar menjadikan koperasi sebagai wadah pengembangan jiwa wirausaha mereka. Sesuai UU Cipta Kerja yang memberi kemudahan masyarakat terkhusus kalangan milenial untuk mengembangkan usahanya dalam wadah koperasi karena untuk mendirikan koperasi cukup dengan sembilan orang, kemudian pelaksanaannya kita dorong pada digitalisasi koperasi," jelas Zabadi.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Pelaku UMKM Ciamis Berbondong Antre Demi Dapat Bantuan Presiden"
[Gambas:Video 20detik]