Perhatian! Subsidi Tiket Pesawat Masih Lanjut di 2021

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 24 Des 2020 13:40 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian Perhubungan menyatakan akan melanjutkan program stimulus subsidi tiket pesawat terbang ke tahun 2021. Hal itu disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto.

Novie mengatakan respons masyarakat terhadap kebijakan ini cukup baik. Menurutnya, bisa merangsang masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi udara di tengah kekhawatiran COVID-19.

"Passenger Service Charge (PSC) yang dikatakan pak Menhub akan kami lanjutkan (tahun 2021). Respons publik bagus, bisa merangsang masyarakat menggunakan transportasi udara," ujar Novie dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/12/2020).

Namun, Novie enggan menjelaskan lebih lanjut soal berapa anggaran yang akan dikeluarkan di tahun 2021 untuk subsidi tiket pesawat. Adapun pemerintah sudah menggelontorkan stimulus Rp 215 miliar untuk industri penerbangan.

Subsidi ini berbentuk pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) sebesar Rp 175 miliar dan bantuan kalibrasi Rp 40 miliar untuk AirNav, AP I dan AP II.

Kebijakan ini dilakukan sejak 23 Oktober yang lalu dan direncanakan selesai pada 31 Desember mendatang. Hari ini Novie menjelaskan subsidi tersebut akan dilanjutkan tahun depan.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk selaku operator penerbangan meminta subsidi tiket pesawat bisa dilanjutkan tahun depan. Apa alasannya?

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan dirinya bersama operator maskapai lain sudah melakukan diskusi terkait kebijakan tersebut.

"Saya dan teman operator lain masih berdiskusi tentang kemungkinan itu bisa dieksekusi tanpa putus (berlanjut) setelah 31 Desember selesai," kata dia dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/12/2020).

Ditarik lebih jauh, Novie sendiri pernah mengatakan apabila program subsidi ini efektif, pihaknya akan memperpanjang stimulus hingga Juni 2021. Namun, pihaknya akan tetap memantau kondisi terkini industri penerbangan.

"Kami harapkan program ini bisa efektif atasi akibat COVID-19 yang bikin airline suffer dan bisa continue. Prospeknya kami berharap Januari dan Juni 2021 akan diteruskan. Sambil melihat perkembangannya seperti apa," kata Novie dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/10/2020).

Untuk diketahui subsidi tiket pesawat ini hanya diberikan untuk 13 bandara di Indonesia. Mulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Bandara Internasional Hang Nadim Batam, dan Bandara Internasional Kualanamu Medan.

Kemudian ada Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, hingga Bandara Internasional Lombok Praya.

(dna/dna)