Jutaan Pengangguran di AS Terancam Tak Dapat Bantuan Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 26 Des 2020 17:45 WIB
Monumen paling ikonik di Washington, DC, menjadi tempat warga AS untuk sekedar menghabiskan waktu di akhir pekan.
Foto: REUTERS/Aaron P. Bernstein.
Jakarta -

Tunjangan pengangguran dari pemerintah Amerika Serikat (AS) akan segera berakhir. Ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menolak tanda tangan undang-undang bantuan senilai US$ 2,3 triliun.

Aksi Trump ini mengejutkan Partai Republik dan Demokrat karena dia menyebutkan jika dirinya tidak menyukai pengeluaran yang besar untuk bantuan senilai US$ 892 miliar.

Tanpa tanda tangan Trump, 14 juta orang bisa kehilangan manfaat bantuan tersebut. Mengutip Reuters, Sabtu (26/12/2020), sebelumnya Trump tidak keberatan dengan kesepakatan sebelum kongres pada Senin malam.

Namun kini ia mengeluhkan jika terlalu banyak kepentingan hingga bantuan asing. Trump juga menyebut jika bantuan sebesar US$ 600 saat ini terlalu kecil, Trump meminta bantuan dinaikkan menjadi US$ 2.000.

"Mengapa politisi tidak mau memberi bantuan US$ 2.000 dan hanya US$ 600? Berikan uang rakyat kepada kami!," cuit Trump pada hari Natal.

Banyak ekonom setuju jika bantuan ini terlalu rendah. Namun bantuan masih dibutuhkan dan diperlukan oleh masyarakat.

Sumber Reuters menyebutkan jika keberatan Trump terhadap RUU tersebut mengejutkan banyak pejabat Gedung Putih. Sementara strategi presiden untuk RUU tersebut masih belum jelas.

(kil/eds)