Unik! Tukang Sayur di Daerah Perbatasan Terima Jasa Money Changer

Yudistira Imandiar - detikFinance
Sabtu, 26 Des 2020 18:15 WIB
Tansaksi di perbatasan menggunakan uang ringgit
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Badau -

Tukang sayur di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia memiliki usaha sampingan yang menghasilkan cuan. Usaha tersebut yakni penukaran uang dari rupiah ke ringgit maupun sebaliknya.

Zaldi Shalahuddin (42), pemilik kedai sayur dan sembako di Pasar Badau sudah melakoni usaha penukaran uang (money changer) sejak 1,5 tahun ke belakang. Ia pun melihat hal itu sebagai peluang usaha tambahan.

Awalnya, ia sering kedatangan pembeli yang ingin sekalian menukarkan uang. Karena semakin banyak orang yang datang menukar uang, Zaldi lebih serius menggarap bisnis tersebut.

Saat memulai usaha money changer tersebut, Zaldi bekerja sama dengan seorang rekan di Malaysia. Dari rekannya itu, ia mendapatkan uang ringgit untuk ditukarkan di warungnya. Setelah balik modal, uang tersebut dikembalikan kepada rekannya itu.

"Kenapa saya buka begitu (money changer), karena awalnya mereka (konsumen) datang ke warung mau tukar uang, saya kewalahan. Jadi saya hubungi tokei di Malaysia, saya ambil ringgit dari dia dan dia percaya sama saya. Duit itu bisa berputar, lalu modalnya saya pulangkan ke dia. Lama-lama saya bisa jalan sendiri," cerita Zaldi saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Sebelum pandemi, penukaran uang di warung Zaldi sangat ramai di akhir pekan. Di waktu tersebut banyak orang dari Indonesia yang berlibur di Malaysia atau ada juga orang Malaysia yang datang dan menukarkan uangnya dengan rupiah.

"Karena kalau Sabtu Minggu banyak yang pergi melancong. Sekalian belanja dia tukar ringgit," imbuh Zaldi.

Tukang sayur nyambi money changerTukang sayur nyambi money changer Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Pria yang lahir di Pontianak, Kalimantan Barat ini mengaku memperoleh keuntungan dari margin nilai tukar uang ringgit dan rupiah. Ia menaikkan sedikit nilai tukar dari harga yang ditetapkan bank sentral.

"Misal harga tukar normal 3.050, saya jual 3.100, kalau dia deal langsung tukar. Nah dari situlah keuntungan saya," kata Zaldi.

Kepada detikcom ia mengungkap saat perbatasan masih dibuka sebelum pandemi, transaksi penukaran uang di warungnya bisa mencapai Rp 100 juta. Namun, setelah pandemi usaha money changer tersebut tutup sementara.

Saat ini, Zaldi fokus mengelola kios sayur dan sembako. Untuk menambah modal, ia memanfaatkan fasilitas KUR dari BRI. Uang tersebut dimanfaatkannya untuk memperbanyak barang dagangan sehingga keuntungan yang didapatkan lebih besar.

"KUR ini sangat membantu kami yang tinggal di perbatasan jauh dari pusat kota. Kami sangat bersyukur, ada petugas dari BRI mendatangi usaha kami mereka menjelaskan BRI ada fasilitas semacam KUR ini," ungkap Zaldi.

Pedagang sayuranPedagang sayuran Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Rangkaian program Tapal Batas kerja sama detikcom dengan BRI dilaksanakan dalam momen ulang tahun BRI yang ke-125. BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com.



Simak Video "Buka Seminggu Sekali, Pedagang Sembako Untung Rp 3 Juta Sehari"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)