Macet Abadi di Jalur Puncak, Pemerintah Bisa Apa?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 11:20 WIB
Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan jalur Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  Kamis (29/10/2020). Pada cuti bersama serta libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW hari ke-dua jalur wisata Puncak Bogor semakin dipadati kendaraan wisatawan, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu jalur atau one way dan sistem lawan arah atau contraflow untuk mengurai kepadatan kendaraan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz
Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Upaya Pemerintah Atasi Kemacetan di Kawasan Puncak

Budi bilang selama ini pihaknya telah mengupayakan beberapa solusi terkait masalah kemacetan di kawasan Puncak tersebut. Namun, selama ini upaya yang dijalankan hanya sebatas solusi jangka pendek.

"Kita sudah lakukan upaya berbagai kegiatan yang bisa dikatakan itu masih sifatnya jangka pendek ya, buka tutup jadi solusi, kalau waktu tertentu libur panjang ada satu arah, dan berbagai kegiatan. BPTJ dan seluruh pemangku kepentingan khususnya polisi dan pemda juga berupaya melakukan rekayasa puncak dengan uji coba 2-1 pada 2019, tetapi itu semua jangka pendek," ujar Budi.

Atas dasar itulah, Budi lantas meminta agar ada jalan keluar jangka panjang untuk betul-betul mengatasi persoalan kemacetan di kawasan Puncak. Mulai dari bus subsidi hingga ORT disarankan oleh Budi untuk menjadi solusi jangka panjang.

"Sebagai contoh kita berikan subsidi bus ya, sehingga bus-bus yang ke sana kita suplai subsidi, masyarakat yang tadinya hanya memiliki angkot bisa bergabung dalam satu koperasi memiliki bus yang lebih besar, bus bisa untuk masyarakat yang harganya murah, bisa juga dibuat bus yang mewah," tuturnya.

"Bahkan kita sarankan hotel-hotel itu juga memiliki bus agar pengunjung tidak gunakan mobil, bahkan kita berpikir bahwa bila mungkin kita ORT, Otonomus Rapid Transit, satu kereta dengan menggunakan ban, bukan metal, sehingga kapasitasnya besar," lanjutnya.


(eds/eds)