Bereskan Macet di Puncak, Lido Mau 'Disulap' Jadi KEK Pariwisata

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 14:12 WIB
Sistem satu arah (one way) di kawasan Puncak selesai dilakukan. Lalu lintas kembali menjadi dua arah. Namun, kepadatan kendaraan terlihat mengular panjang.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kawasan wisata Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor mau dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Tujuannya tak lain adalah untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak, Bogor.

"Ini yang dalam proses jadi saat ini kita sedang mengusulkan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Lido agar menjadi kutub biar orang tidak terlalu terkonsentrasi di Puncak jadi ini salah satu alternatif atau kutub pertumbuhan baru yang kita harapkan," ujar Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor, Danni Rahmat dalam webinar, Selasa (29/12/2020).

Rencana itu masih dalam kajian Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan rekomendasinya untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

"Nah saat ini informasi terakhir sudah atau dalam rekomendasi gubernur insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama kalau sudah keluar rekomendasi dari gubernur nanti gubernur yang presentasi di dewan ekonomi nasional untuk penetapan kawasan ekonomi khusus Lido ini," sambungnya.

Selain itu, pemerintah kabupaten Bogor juga berencana mengembangkan geowisata dan geopark Halimun Salak atau Pongkor. Tujuannya sama yaitu mengalihkan pergerakan wisatawan agar tak hanya berpusat di Puncak saja.

"Kita mencoba membuat pengembangan geowisata dan geopark Halimun Salak atau istilah geowisata dan geopark Pongkor. Jadi bagaimana menciptakan kawasan wisata yang menjadi pesaing puncak biar orang tidak terlalu bertumpuk di Puncak," imbuhnya.

"Cuman memang bicara pengembangan geowisata dan geopark Halimun Salak ini memang masih banyak kendala salah satunya adalah sarana prasarana jalan ke sana belum memadai dan itu butuh anggaran yang tidak sedikit untuk pengembangannya," tambahnya.

(eds/eds)