Maskapai Ini Bangkrut tapi Masih Butuh Serikat Pekerja

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 11:22 WIB
Ilustrasi pesawat
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Maskapai asal Meksiko, Aeromexico telah menyatakan bangkrut pada Juni lalu akibat pandemi COVID-19. Untuk mendapatkan dana atau pembiayaan kebangkrutan tahap dua, maskapai harus mencapai kesepakatan dengan empat serikat pekerja.

Dikutip dari Reuters, Rabu (30/12/2020) saat mengajukan bangkrut Aeromexico mendapatkan pembiayaan debitur dalam kepemilikan (DIP) senilai US$ 1 miliar. Pembiayaan itu diberikan secara bertahap, tahap pertama telah didapat maskapai senilai US$ 100 juta pada September.

Untuk mengakses tahap kedua pendanaan DIP, Selasa kemarin maskapai telah menyelesaikan diskusi dengan dua serikat pekerja yakni STIA dan Independencia, yang mewakili pekerja industri penerbangan.

Sedangkan dengan serikat ASSA dan ASPA, yang masing-masing mewakili awak penerbangan dan pilot, diskusi masih berjalan dan belum mencapai kesepakatan. Dana DIP itu diperlukan maskapai untuk membantu perusahaan melakukan pembenahan atau restrukturisasi .

"Hasil negosiasi yang menguntungkan dengan serikat independen dan STIA, serta kemajuan dengan serikat pramugari ASSA, merupakan tonggak yang sangat penting untuk memiliki akses ke tahap berikutnya dari pembiayaan DIP di bawah proses restrukturisasi kami," kata Kepala Eksekutif Aeromexico Andres Conesa

Sejak menyatakan bangkrut Aeromexico telah diizinkan oleh pengadilan AS untuk menghentikan 1.830 karyawan, termasuk 855 pekerja berserikat. Pemangkasan karyawan itu dilakukan pada November.

(ara/ara)