ADVERTISEMENT

Kaleidoskop 2020

Geger di Akhir Tahun, Korupsi Bansos Corona Terkuak

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 31 Des 2020 19:01 WIB
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) mengirimkan contoh paket sembako Bansos COVID-19 ke KPK. MAKI menduga dana bansos itu ditilap tak hanya Rp 10 ribu.
Foto: Ari Saputra: KPK Dapat Kiriman Sampel Paket Sembako Bansos COVID-19

3. Bansos Sembako Disetop

Usai Juliari ditahan KPK, jabatan Mensos sementara diemban oleh Menko PMK Muhadjir Effendy sebagai pejabat ad interim. Ketika ia menyambangi Kantor Kemensos pada hari Senin, 14 Desember 2020 lalu, ia mengumumkan program Bansos sembako untuk warga Jabodetabek itu tak dilanjutkan di 2021, dan akan diganti ke program BST.

"Khusus untuk Jabodetabek, nanti Bodetabek menggunakan skema BST, sedangkan untuk DKI juga tetap menggunakan BST. Tapi untuk teknisnya masih harus berkoordinasi dengan Pemprov DKI," ungkap Muhadjir ketika ditemui awak media.

Muhadjir mengatakan, program ini sudah direncanakan pemerintah jauh-jauh hari. Artinya, program ini ditetapkan bukan karena kasus korupsi bansos Corona yang menimpa Juliari.

"Nggak, memang itu rencana sejak awal sudah direncanakan," imbuh dia.

Ia menjelaskan, alasan pemerintah menyalurkan bansos sembako untuk warga di Jabodetabek di tahun 2020 untuk memenuhi kebutuhan saat perayaan Idul Fitri lalu.

"Dan juga karena sebagian besar yang diberikan itu adalah orang dari luar Jakarta, jangan sampai (kalau Bansosnya berbentuk tunai), uangnya itu kemudian dibawa mudik atau untuk mudik," urai Muhadjir.

Selain itu, alasan pemerintah melakukan penunjukan langsung dari vendor penyedia sembakonya, tanpa menggelar tender adalah untuk mempercepat proses penyaluran.

"Memang karena waktu itu dibolehkan. Kalau melalui tender tidak mungkin bisa selesai. Tadi saya sampaikan, 5 hari Presiden memberikan batas, 5 hari harus sudah tersalur. Kan tahu, saya dengan Pak Ari turun ke lapangan terus untuk memeriksa kondisi di lapangan, terutama Jabodetabek," terang dia.

Kini, kekosongan jabatan Mensos sudah diisi oleh mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Wanita yang akrab disapa Risma itu ditunjuk Jokowi menjadi Mensos pada Selasa (22/12) lalu, dan resmi dilantik keesokan harinya.

Risma mengatakan, Jokowi memintanya merealisasikan program Bansos secara menyeluruh di tahun 2021.

"Yang diperintahkan oleh Bapak Presiden (Jokowi), yang pertama ini yang sangat urgen adalah bagaimana realisasi bantuan untuk yang triwulan 4 dan nanti awal 2021 Januari, itu minggu pertama harus bisa keluar," kata Risma di Istana Negera, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).

Ia mengatakan, setelah ini penyaluran Bansos akan dilakukan melalui transaksi elektronik, sehingga tak ada lagi pencairan secara tunai. Menurutnya, rencana itu akan dilakukan dengan kerja sama antara Kemensos dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri.

"Kita akan lakukan dengan transparan, tidak ada lagi cash, tunai dalam bentuk apa pun. Tapi kami akan gunakan semua transaksi secara elektronik," kata Risma.


(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT