Vaksinasi COVID-19 Mulai Pertengahan Januari 2021

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 01 Jan 2021 06:00 WIB
TRURO, ENGLAND - DECEMBER 09: Deborah Cartmel receives the Covid-19 vaccine as the Royal Cornwall Hospital begin their vaccination programme on December 9, 2020 in Truro, United Kingdom. More than 50 hospitals across England were designated as covid-19 vaccine hubs, the first stage of what will be a lengthy vaccination campaign. NHS staff, over-80s, and care home residents will be among the first to receive the Pfizer/BioNTech vaccine, which recently received emergency approval from the countrys health authorities. (Photo by Hugh Hastings/Getty Images)
Foto: Getty Images/Hugh Hastings
Jakarta -

Pemerintah Indonesia sudah memiliki 3 juta dosis vaksin COVID-19. Semua vaksin tersebut buatan dari Sinovac, China. Seluruh vaksin ini akan diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero) sebelum benar-benar disuntikan ke masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan proses vaksinasi COVID-19 akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Proses vaksinasi diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

Dia bilang, vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu strategi jitu dalam menghentikan penyebaran virus Corona.

"Oleh karena itu, pemerintah akan terus bekerja keras, terus bekerja keras mengendalikan kasus COVID-19. Vaksinasi juga akan segera dilakukan di pertengahan Januari 2021, ini untuk mencapai herd immunity, kekebalan komunal sehingga penyebaran COVID bisa kita hentikan," kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden yang dikutip detikcom, Kamis (31/12/2020).

Jokowi meyakini, Indonesia mampu bangkit dan melakukan banyak ekonomi dalam rangka memulihkan ekonomi dari pandemi COVID-19. Pemulihan ekonomi nasional, menurut dia sudah mulai terasa di kuartal III dan kuartal IV-2020. Apalagi vaksin COVID-19 akan segera disebar.

"Investasi baru mulai muncul yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat dan industri masa depan sehingga peluang kerja akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat akan lebih baik," jelasnya.

Meski demikian, Jokowi menyebut ada syarat mutlak untuk memulihkan ekonomi nasional, yaitu seluruh masyarakat Indonesia tetap menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun. Dia juga meminta seluruh masyarakat tanah air untuk tidak lengah dan menganggap enteng COVID-19.

"Kita harus berhasil mengatasi pandemi COVID, kita harus mampu menghentikan wabah ini dengan segera, memang sesuatu yang tidak mudah," katanya.

Soal vaksin COVID-19 lanjut ke halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2