Industri Tekstil Jabar Akan Dipusatkan di Majalengka
Jumat, 03 Feb 2006 14:35 WIB
Jakarta - Usaha tekstil di wilayah Jawa Barat (Jabar) yang selama ini terpencar akan diintegerasikan. Daerah Majalengka yang terkenal dengan industri kecapnya akan dijadikan pusat terpadu tekstil di Bumi Pasundan.Majalengka dipilih menjadi kawasan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), karena areanya strategis dekat pelabuhan Cirebon dan memiliki daratan yang tinggi sehingga jauh dari ancaman banjir.Sementara industri tekstil Jabar saat ini lebih banyak tersebar di wilayah selatan yang kerap dilanda banjir.Usulan Majalengka sebagai pusat tekstil ini diungkapkan dalam Musyawarah Daerah kedua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) 2 Februari 2006."Dana yang dibutuhkan untuk infrastruktur dan pembebasan lahan sebesar US$ 1 miliar dengan luas areal 6 ribu hektar," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Anshari Bukhari, di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (3/2/2006).Wilayah ini akan menjadi kawasan terpadu dari industri hulu ke hilir dari usaha tekstil, sehingga biaya produksi bisa dihemat 15 persen."Kami mendukungnya karena langkah ini sangat sinkron dengan kluster industri," ujar Anshari.Keuntungan lainnya akan menjadikan industri tekstil memiliki fasilitas terpadu seperti instalasi pengolahan air limbah dan power plant batubara yang sudah tersedia. Sehingga nantinya tiap pabrik tekstil tidak perlu memiliki sendiri fasilitas tersebut. Menurut Anshari, pembangunan kawasan industri ini membutuhkan waktu 3-4 tahun. Saat ini dari 2.600 perusahan TPT di Indonesia sekitar 60 persen berada di Jabar. Sementara 70 perusahaan di Jabar sudah menyatakan bersedia relokasi ke kawasan ini.Depperin juga meminta, agar pengelola kawasan industri ini nantinya memberikan fasilitas yang baik seperti listrik dan pengolahan limbah sehingga mendorong pengusaha mau melakukan relokasi.
(ir/)











































